Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Kamis, 18 Juli 2019 | 06:02 WIB

Yang Baru dan Menghilang di Pameran GIIAS

Team VIVA »
Krisna Wicaksono
Foto :
  • VIVA/Muhamad Solihin
SPG Cantik Hiasi GIIAS 2018

VIVA – Saat berkunjung ke sebuah pameran otomotif, suguhan yang umum didapat masyarakat adalah deretan mobil dan sepeda motor keluaran terbaru. Beberapa gadis dengan senyum manis dan aroma tubuh yang semerbak, siap membantu mereka yang ingin tahu lebih jauh tentang produk tersebut.

Namun, kali ini ada yang berbeda dari gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show 2019. Bukan, gadis-gadis itu tetap ada untuk menyejukkan mata Anda. Yang dimaksud adalah, unit yang dipajang tidak melulu produk yang umum ditemui di jalan.

Baca Juga

Ketua Umum Gaikindo, Johannes Nangoi mengatakan, tahun ini tema yang diusung adalah Future in Motion. Artinya, akan ada banyak mobil dengan teknologi masa depan, yang dipajang di pameran tahunan tersebut.

“Tema tersebut merupakan gerakan gelombang pengaruh teknologi, seperti kendaraan listrik, otonom, dan digital. Serta, menunjukkan transformasi yang terus berlangsung di industri otomotif dunia,” tuturnya beberapa waktu lalu.

Terpopuler

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tata letak peserta di GIIAS tahun ini berubah total. Jika sebelumnya hall 1-2 diisi oleh produk aksesori dan aftermarket, maka kali ini mereka menempati hall 10.

Artinya, para pengunjung yang membawa mobil pribadi akan terlebih dulu melewati area tersebut, lalu kendaraan komersial, sebelum akhirnya tiba di stan-stan milik agen pemegang merek besar.

“Sebelumnya, pengunjung yang hanya ingin melihat mobil penumpang, enggan ke area mobil komersial dan aksesori. Jadi, kali ini kami ubah tata letaknya,” kata Project Director Seven Event sebagai penyelenggara, Agus Riyadi.

Satu hal lagi yang berbeda dari tahun lalu, adalah soal target penjualan. Nangoi menjelaskan, GIIAS adalah tempat untuk berbagi ilmu terkini kepada pengunjung, serta apa saja yang sudah dicapai oleh industri otomotif.

Oleh sebab itu, tahun ini mereka tidak akan mematok jumlah unit yang terjual, begitu pula dengan nilai transaksinya. Yang jadi fokus mereka adalah, seberapa banyak pameran berskala internasional itu mampu menyedot pengunjung.

Namun, ada satu hal yang tidak berubah dari GIIAS 2018. Yakni, soal harga tiket masuk ke dalam pameran yang berlokasi di Indonesia Convention Exhibition, Bumi Serpong Damai, Tangerang tersebut. Rp50 ribu di hari biasa, dan Rp100 ribu untuk akhir pekan.

VIVA – Saat berkunjung ke sebuah pameran otomotif, suguhan yang umum didapat masyarakat adalah deretan mobil dan sepeda motor keluaran terbaru. Beberapa gadis dengan senyum manis dan aroma tubuh yang semerbak, siap membantu mereka yang ingin tahu lebih jauh tentang produk tersebut.

Namun, kali ini ada yang berbeda dari gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show 2019. Bukan, gadis-gadis itu tetap ada untuk menyejukkan mata Anda. Yang dimaksud adalah, unit yang dipajang tidak melulu produk yang umum ditemui di jalan.

Ketua Umum Gaikindo, Johannes Nangoi mengatakan, tahun ini tema yang diusung adalah Future in Motion. Artinya, akan ada banyak mobil dengan teknologi masa depan, yang dipajang di pameran tahunan tersebut.

“Tema tersebut merupakan gerakan gelombang pengaruh teknologi, seperti kendaraan listrik, otonom, dan digital. Serta, menunjukkan transformasi yang terus berlangsung di industri otomotif dunia,” tuturnya beberapa waktu lalu.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tata letak peserta di GIIAS tahun ini berubah total. Jika sebelumnya hall 1-2 diisi oleh produk aksesori dan aftermarket, maka kali ini mereka menempati hall 10.

Artinya, para pengunjung yang membawa mobil pribadi akan terlebih dulu melewati area tersebut, lalu kendaraan komersial, sebelum akhirnya tiba di stan-stan milik agen pemegang merek besar.

“Sebelumnya, pengunjung yang hanya ingin melihat mobil penumpang, enggan ke area mobil komersial dan aksesori. Jadi, kali ini kami ubah tata letaknya,” kata Project Director Seven Event sebagai penyelenggara, Agus Riyadi.

Satu hal lagi yang berbeda dari tahun lalu, adalah soal target penjualan. Nangoi menjelaskan, GIIAS adalah tempat untuk berbagi ilmu terkini kepada pengunjung, serta apa saja yang sudah dicapai oleh industri otomotif.

Oleh sebab itu, tahun ini mereka tidak akan mematok jumlah unit yang terjual, begitu pula dengan nilai transaksinya. Yang jadi fokus mereka adalah, seberapa banyak pameran berskala internasional itu mampu menyedot pengunjung.

Namun, ada satu hal yang tidak berubah dari GIIAS 2018. Yakni, soal harga tiket masuk ke dalam pameran yang berlokasi di Indonesia Convention Exhibition, Bumi Serpong Damai, Tangerang tersebut. Rp50 ribu di hari biasa, dan Rp100 ribu untuk akhir pekan.

Parade mobil baru

Bukan pameran namanya, jika para APM tidak memanfaatkannya untuk memajang produk terbaik mereka. Harapannya, banyak pengunjung yang bisa menjadi konsumen mereka dan meneken surat pemesanan kendaraan.

Seperti yang dilakukan PT Honda Prospect Motor. Produsen mobil Honda itu bakal memajang produk anyar mereka, yakni All New Accord. Sedan kelas ningrat itu mendapat sejumlah fitur canggih, seperti pendeteksi tabrakan yang bekerja berdasarkan sensor dan radar.

Dua pabrikan mobil asal China juga tak mau ketinggalan. Wuling sudah menyiapkan Almaz edisi ‘pintar’. Pengemudi bisa memerintahkan komputer untuk melakukan berbagai hal, mulai dari membuka kaca jendela hingga mengubah volume radio.

DFSK juga akan memajang Glory i-Auto. Selain ubahan pada eksterior, sport utility vehicle itu juga mendapat program canggih mirip Almaz. Selain itu, mereka juga akan memajang satu mobil listrik.

APM yang paling siap membuat gebrakan, adalah Mitsubishi. Setidaknya, ada empat model mobil baru mereka yang bakal mejeng di GIIAS 2019. Yakni, Triton, Pajero Sport edisi khusus, Eclipse Cross, dan Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle.

Uniknya, Outlander versi ramah lingkungan itu tak hanya sekadar dipajang, melainkan juga dijual umum. Banderolnya sangat fantastis, mencapai lebih dari Rp1 miliar, menjadikannya sebagai mobil termahal Mitsubishi Indonesia saat ini.

“Harganya memang cukup tinggi. Tapi, itu karena kena pajak barang mewah dan pajak impor. Nanti, kami akan diskusi lagi dengan pemerintah,” ujar Presiden Mitsubishi Motors Corporation, Osamu Masuko di Jakarta, Rabu 17 Juli 2019.

Lebih jauh Osamu menjelaskan, Outlander PHEV adalah kendaraan masa depan yang memiliki fungsi ganda. Selain dipakai sebagai alat transportasi, SUV gagah itu juga bisa menyediakan listrik, saat aliran PLN padam.

“Saya mengalami sendiri. Di Jepang beberapa tahun lalu ada gempa, dan Outlander PHEV dipakai untuk bertahan hidup,” tuturnya.

Selain Mitsubishi, Toyota juga bakal membuat heboh GIIAS 2019. Produsen asal Jepang itu berencana menghadirkan mobil konsep masa depan, Fine Comfort Ride (F-CR). Mobil canggih tersebut dibekali teknologi fuel cell.

Hadir juga TS050 Hybrid yang digunakan di balap 24 jam atau Le Mans, dan Prius PHEV edisi Gazoo Racing.

“Masyarakat bisa semakin mengenal teknologi elektrifikasi dan manfaatnya. Harapannya, untuk jangka panjang dapat semakin memperbesar pasar teknologi ini di Indonesia,” kata Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor, Henry Tanoto.

Sayangnya, tahun ini produk lokal yang menjadi proyek Kementerian Perindustrian tidak lagi dipajang. Padahal, alat Mekanis Multiguna Pedesaan atau AMMDes, sempat menghiasi lantai GIIAS 2018. Menurut Nangoi, AMMDes bukan mobil, dan juga bukan anggota dari Gaikindo.

"Bisa ditanyakan kepada pihak Kemenperin, khususnya ke Dirjen ILMATE, dan pihak bersangkutan yang lebih mengetahuinya. Karena, AMMDes bukan anggota kami," tuturnya. (ren)

Topik Terkait
Saksikan Juga
Pameran Mobil Futuristik Bertenaga Listrik
TVONE NEWS - 1 hari lalu