Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Insight

Informasi

Berebut Kursi Kabinet Jokowi

Rabu, 24 Juli 2019 | 06:12 WIB
Foto :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Presiden Terpilih Jokowi dan Wapres Terpilih Ma'ruf Amin di Sentul 14 Juli 2019.

Namun, Airlangga memastikan, nama-nama itu belum disodorkan kepada Jokowi, karena di internal Partao Golkar pun hal itu masih harus dibahas secara lebih detil. "Pada waktunya, jadi belum kita bicara detil," ujarnya.

Baca Juga

Selain Golkar, Nasdem juga senada. Mereka menganggap suara mereka lebih banyak dari PKB di DPR berdasarkan kursi. Karena itu, partai pimpinan Surya Paloh tersebut meminta 11 kursi menteri.

PKB-PPP Saling Serang

Situasi terlihat semakin panas karena adanya saling sindir antara partai pendukung Jokowi-Ma'ruf. Misalnya antara PKB dengan PPP.

Awalnya, Wakil Sekjen PKB, sekaligus anggota Komisi VIII, Maman Imanulhaq, menilai Lukman Hakim Saifudin gagal menjalankan tugasnya sebagai menteri agama. Menurut Maman, Lukman gagal dalam menata reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama.

Pernyataan itu segera membuat panas telinga politisi Partai Persatuan Pembangunan, partai yang menjadi tempat Lukman beraktivitas secara politik selama ini. Mereka merespons serangan itu dengan keras.

Wakil Sekjen PPP, Indra Hakim Hasibuan, meminta Maman tidak bicara ngawur hanya karena kebelet ingin jadi Menteri Agama. Dia juga menyinggung sejumlah kementerian yang diduduki kader-kader PKB seperti Kemenpora yang semrawut, kemudian Kemenakertrans yang tak mampu menyelesaikan masalah pengangguran. Termasuk, ada sisa-sisa kasus durian yang belum tuntas.

"Intinya, PPP tidak pernah bernafsu mempertahankan kursi menteri agama, karena penempatan seorang menteri adalah hak preogatif Pak Jokowi sebagai Presiden," tutur Indra. (Baca selengkapnya di sini).

Atas persoalan di atas, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangungan atau PPP, Suharso Monoarfa, juga ikut bersuara. Dia mengaku bertemu langsung dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar.

Pertemuan itu dilakukan untuk mengklarifikasi pernyataan Maman Imanulhaq yang menyatakan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, telah gagal dalam menjalankan kinerjanya selama kepemimpinannya. Dalam pertemuan itu, lanjut Suharso, Muhaimin atau yang akrab disapa Cak Imin mengaku telah menegur Maman Imanulhaq atas kritikannya tersebut.

Dia pun meminta kepada seluruh kader PPP, agar tidak lagi menanggapi pernyataan politisi PKB itu dengan berlebihan. Karena, menurut Suharso, polemik itu sudah diselesaikan melalui pertemuan dua pimpinan partai pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin tersebut. (Selengkapnya klik tautan ini).

Kenapa Berebut Kursi?

Berbagai peristiwa atau perkembangan di atas cukup menunjukkan pada masyarakat mengenai adanya persaingan di antara partai-partai politik dalam memperebutkan kursi menteri. Tidak hanya antar anggota koalisi Jokowi-Ma'ruf, partai-partai yang dulunya mengusung Prabowo-Sandi pun ikut tergiur mendapatkan kue kekuasaan di kabinet Jokowi yang baru nantinya.

Sebut saja Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, dan juga Partai Gerindra. Bahkan sejumlah kader atau tokoh penting di partai-partai itu secara terbuka menyatakan siap menjadi menteri, atau bersedia membantu pemerintah bila memang diminta. Tapi, sikap resisten juga ditunjukkan oleh partai-partai koalisi Jokowi seperti PKB, Golkar, juga Nasdem. Mereka lebih menghendaki agar eks koalisi Prabowo itu menjadi oposisi.

Topik Terkait
Saksikan Juga