Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Kamis, 25 Juli 2019 | 06:05 WIB

Politik Nasi Goreng ala Megawati

Team VIVA »
Endah Lismartini
Anwar Sadat
Eduward Ambarita
Cahyo Edi (Yogyakarta)
Foto :
  • Istimewa
Prabowo dan Megawati bertemu 24 Juli 2019

VIVA – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri memutuskan untuk memasak sendiri makanan bagi tamu yang akan berkunjung ke kediamannya hari itu, Rabu, 24 Juli 2019. Ia ingin menghidangkan nasi goreng spesial untuk tamu istimewanya, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Saking inginnya memasakkan hidangan spesial buat Prabowo, Megawati bahkan memilih sendiri bawang yang akan ia gunakan sebagai bumbu. Kesaksian bagaimana Megawati memilih bumbu disampaikan oleh Hasto Kristiyanto, sekjen PDIP. 

Baca Juga

"Ibu ketum secara khusus akan mempersiapkan menu makan siang menyambut Pak Prabowo. Bawang untuk masak pun dipilih secara khusus," kata Hasto kepada wartawan sebelum pertemuan. 

Sebegitu istimewanya kedatangan Prabowo untuk Megawati, sehingga tak hanya nasi goreng yang diolah sendiri oleh Megawati. Ia juga menyajikan bakwan goreng hasil racikannya di dapur.

Kudapan khas tersebut disajikan Mega sebagai hidangan pembuka. Menurut Hasto, keinginan Mega untuk memasak muncul karena ketika bertemu Prabowo saat ajang Asian Games 2018, Prabowo mengaku rindu masakan Mega dan ingin kembali mencicipinya. 

Usai pertemuan, Mega membanggakan hasil olahannya, yang menurut Mega mendapat pujian dari Prabowo. Ia bahkan mengatakan, untuk 'menaklukkan' hati laki-laki maka diperlukan politik nasi goreng. 

"Ada bagian meluluhkan hati laki-laki. Itu namanya politik nasi goreng yang sangat ampuh," kata Mega. Sayangnya, Mega tak menjelaskan hal apa yang perlu diluluhkan dari Prabowo.

 

Pertemuan Besar Dua Ketua Umum

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, datang ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat sekitar pukul 12.30 WIB. Ia ditemani oleh Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo. 

Kehadiran Prabowo disambut sejumlah tokoh yang merupakan kader utama PDI Perjuangan. Tampak menyambut Prabowo, Ketua DPP PDIP Puan Maharani, Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDIP Muhammad Prananda Prabowo, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, dan politikus senior PDIP Pramono Anung. Hadir pula, Kepala Badan Intelijen Negara, Budi Gunawan. 

Pertemuan Mega dengan Prabowo seolah menjadi pertemuan lanjutan setelah Prabowo bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Pertemuan dua kandidat calon presiden pada Pemilu 2019 itu diadakan di dalam gerbong MRT, dan dilanjut dengan makan siang di sebuah restoran yang menyajikan makanan khas Indonesia.

Tak ada hasil pembicaraan yang disampaikan pada publik, kecuali bahwa pertemuan itu bicara masalah kebangsaan dan berangkat dari keinginan untuk membangun bangsa ini bersama-sama. 

Tak beda jauh dengan jawaban ketika bertemu dengan Jokowi, kedua pihak mengatakan tak ada pembicaraan politik dalam pertemuan tersebut. Pihak Mega maupun Prabowo sama-sama mengatakan pertemuan itu terjadi atas dasar keinginan untuk menyelesaikan kompetisi pilpres yang sudah berlalu. 

"Dengan diplomasi makan siang itu kan segala sesuatu menjadi lebih ringan untuk kita membahas tentang bangsa dan negara," kata Hasto Kristiyanto sebelum pertemuan itu di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu 24 Juli 2019.

Hasto menekankan, membangun sebuah negara besar seperti Indonesia tidak bisa dikerjakan orang per orang. Partainya, sejak awal, selalu mengedepankan kerja bersama atau gotong royong.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Megawati: Jangan Paksa Anak Maju Pilkada Kalau Belum Mampu
TVONE NEWS - 6 bulan lalu