Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Selasa, 30 Juli 2019 | 06:00 WIB

Happy Ending Pameran GIIAS 2019

Team VIVA »
Yunisa Herawati
Pius Yosep Mali
Jeffry Yanto Sudibyo
Foto :
  • VIVA/M Ali Wafa
GIIAS 2019

VIVA – Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show 2019 telah resmi ditutup pada Minggu 28 Juli lalu. Selama gelaran yang berlangsung sejak 18 Juli tersebut, banyak model kendaraan yang dipajang untuk memikat pengunjung.

Berdasarkan penelusuran VIVA, Senin 29 Juli 2019, sebagian besar mobil penumpang yang dipamerkan berjenis sport utility vehicle. Padahal, Indonesia dikenal sebagai ‘surga’ dari mobil jenis multi purpose vehicle atau MPV.

Baca Juga

Sesuai namanya, kendaraan yang masuk dalam segmen SUV didesain untuk bisa melintasi berbagai medan. Berbeda dengan zaman dulu, mobil SUV kini mampu menampung banyak penumpang dan bisa dipakai untuk berbagai aktivitas.

Sejak beberapa tahun lalu, SUV menjadi mobil favorit di berbagai belahan dunia. Dan rupanya, kini ‘virus’ tersebut sudah mulai menyebar di Tanah Air. Sebagian masyarakat Indonesia seolah sedang naik kelas, menginginkan kendaraan SUV yang harganya lebih mahal dari MPV.

Terpopuler

Jika Anda sempat berkunjung ke booth Mitsubishi, maka sebagian besar kendaraan yang dipajang berjenis SUV. Bahkan, ada dua model baru yang diperkenalkan di ajang tahunan tersebut, yakni Eclipse Cross dan Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV.

Outlander PHEV banyak menyita perhatian pengunjung. Selain karena banderolnya yang mencapai lebih dari Rp1,2 miliar, mobil berteknologi hibrida itu juga bisa berfungsi sebagai generator, saat listrik rumah padam.

Suzuki juga tidak mau kalah. Jimny generasi ke-4 yang tahun lalu hanya dipajang, kini sudah resmi bisa dibeli konsumen. Meski waktu tunggunya cukup lama, tapi PT Suzuki Indomobil Sales menjamin, bahwa mereka melakukan impor secara teratur dari Jepang setiap bulannya.

Gempuran produk merek Jepang, seolah tak membuat pabrikan otomotif asal China khawatir. Mereka bahkan berani menghadirkan SUV baru, yang dibekali dengan teknologi unik. Wuling menghadirkan Almaz baru, sementara DFSK mengandalkan Glory i-Auto.

Almaz kini hadir dalam versi tujuh penumpang dan transmisi manual. Wuling Motors  juga menghadirkan Wuling Indonesian Command atau Wind, yakni sistem yang bisa mengenali perintah suara berbahasa Indonesia.

"Ini merupakan langkah awal kami, untuk mewujudkan kendaraan yang berteknologi cerdas, terintegrasi dan terhubung,” tutur Vice President Wuling Motors, Cindy Cai.

DFSK sebagai rival, juga tak mau kalah. Mereka memasang teknologi i-Talk pada Glory i-Auto, yang cara kerjanya sama persis dengan Wind. Bedanya, fitur pada DFSK saat ini hanya bisa diaktifkan dengan bahasa Inggris saja.

VIVA – Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show 2019 telah resmi ditutup pada Minggu 28 Juli lalu. Selama gelaran yang berlangsung sejak 18 Juli tersebut, banyak model kendaraan yang dipajang untuk memikat pengunjung.

Berdasarkan penelusuran VIVA, Senin 29 Juli 2019, sebagian besar mobil penumpang yang dipamerkan berjenis sport utility vehicle. Padahal, Indonesia dikenal sebagai ‘surga’ dari mobil jenis multi purpose vehicle atau MPV.

Sesuai namanya, kendaraan yang masuk dalam segmen SUV didesain untuk bisa melintasi berbagai medan. Berbeda dengan zaman dulu, mobil SUV kini mampu menampung banyak penumpang dan bisa dipakai untuk berbagai aktivitas.

Sejak beberapa tahun lalu, SUV menjadi mobil favorit di berbagai belahan dunia. Dan rupanya, kini ‘virus’ tersebut sudah mulai menyebar di Tanah Air. Sebagian masyarakat Indonesia seolah sedang naik kelas, menginginkan kendaraan SUV yang harganya lebih mahal dari MPV.

Jika Anda sempat berkunjung ke booth Mitsubishi, maka sebagian besar kendaraan yang dipajang berjenis SUV. Bahkan, ada dua model baru yang diperkenalkan di ajang tahunan tersebut, yakni Eclipse Cross dan Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV.

Outlander PHEV banyak menyita perhatian pengunjung. Selain karena banderolnya yang mencapai lebih dari Rp1,2 miliar, mobil berteknologi hibrida itu juga bisa berfungsi sebagai generator, saat listrik rumah padam.

Suzuki juga tidak mau kalah. Jimny generasi ke-4 yang tahun lalu hanya dipajang, kini sudah resmi bisa dibeli konsumen. Meski waktu tunggunya cukup lama, tapi PT Suzuki Indomobil Sales menjamin, bahwa mereka melakukan impor secara teratur dari Jepang setiap bulannya.

Gempuran produk merek Jepang, seolah tak membuat pabrikan otomotif asal China khawatir. Mereka bahkan berani menghadirkan SUV baru, yang dibekali dengan teknologi unik. Wuling menghadirkan Almaz baru, sementara DFSK mengandalkan Glory i-Auto.

Almaz kini hadir dalam versi tujuh penumpang dan transmisi manual. Wuling Motors  juga menghadirkan Wuling Indonesian Command atau Wind, yakni sistem yang bisa mengenali perintah suara berbahasa Indonesia.

"Ini merupakan langkah awal kami, untuk mewujudkan kendaraan yang berteknologi cerdas, terintegrasi dan terhubung,” tutur Vice President Wuling Motors, Cindy Cai.

DFSK sebagai rival, juga tak mau kalah. Mereka memasang teknologi i-Talk pada Glory i-Auto, yang cara kerjanya sama persis dengan Wind. Bedanya, fitur pada DFSK saat ini hanya bisa diaktifkan dengan bahasa Inggris saja.

Diklaim bukan untuk jualan

Ketua Penyelenggara GIIAS, Rizwan Alamsjah mengatakan, selama 10 hari pameran atau 18-27 Juli 2019, sudah tercatat ada 400 ribu lebih pengunjung yang hadir. Angka itu tidak jauh berbeda dengan pencapaian GIIAS 2018.

Sama seperti tahun lalu, panitia juga tidak mau mengungkapkan berapa jumlah surat pemesanan kendaraan yang diteken di pameran, serta nilai transaksinya. Padahal, pada 2017 angkanya sangat fantastis, yakni sekitar Rp7 triliun.

"Saya katakan, namanya pengunjung itu bukan target. Yang penting, pengunjung bisa datang dengan senang, tanpa desak-desakan, dalam kondisi nyaman. Transaksi juga bukan target kami lagi,” ungkap Ketua Umum Gaikindo, Yohanes Nangoi.

Meski demikian, ternyata para peserta meraup untung yang cukup banyak. Contohnya, Mitsubishi sukses membukukan angka transaksi sebanyak 4.055 unit hingga hari ke-10.

“Xpander mencapai 2.180 unit, Pajero Sport 1.476 unit. New Triton itu sudah 287 unit, Eclipse Cross 96 unit," kata Senior Assistant Manager of Public Relations and Corporate Social Responsibility Department PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, Jerry Amran.

Wuling juga mencatat angka penjualan yang sangat baik. Total SPK yang mereka kumpulkan selama 11 hari, mencapai 1.608 unit. Sementara, tahun lalu hanya 626 unit. SUV Almaz dengan fitur Wind, menjadi andalan dengan angka pemesanan 827 unit.

Daihatsu yang memajang Terios edisi spesial, juga tak kalah girang. 10 unit Terios SE yang ditawarkan ke pengunjung, bisa ludes terjual hanya dalam waktu dua hari saja. Pada hari terakhir, mobil Ayla SE juga sudah laku semua.

Deretan SUV mewah asal Eropa turut meramaikan lantai pameran. Mercedes-Benz memajang Mercedes-AMG G63 seharga Rp6,145 miliar, sementara Audi menampilkan Q8 berbanderol Rp2,4 miliar.

Sebagai informasi, GIIAS 2019 juga menjadi ajang untuk memperkenalkan teknologi masa depan, terutama yang berhubungan dengan sistem penggerak berbasis listrik. Seperti Toyota, yang menghadirkan Prius PHEV untuk dicoba oleh pengunjung.

Menteri Keuangan Sri Mulyani, saat menghadiri salah satu seminar di pameran tersebut, juga membawa kabar baik. Ia mengatakan dalam waktu dekat Presiden Joko Widodo akan meneken Peraturan Presiden dan Peraturan Pemerintah terkait aturan kendaraan listrik.

Dalam aturan itu, kendaraan yang menggunakan sistem elektrifikasi dibebaskan dari pajak barang mewah. Badan Usaha Milik Negara juga dikerahkan untuk memudahkan masyarakat memiliki mobil dan motor listrik. (ren)

Topik Terkait
Saksikan Juga
Ngerjain Glory Jadi SPG, Hasilnya Gak Nyangka!
OTOMOTIF - 25 hari lalu