Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Rabu, 31 Juli 2019 | 06:12 WIB

Siaga Darurat Kekeringan

Team VIVA »
Lis Yuliawati
Adinda Purnama Rachmani
Arrijal Rachman
Syaefullah
Agus Rahmat
Fikri Halim
Adi Suparman (Bandung)
Muhammad AR (Bogor)
Foto :
  • ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Ilustrasi areal persawahan yang mengalami kekeringan.

VIVA – Tanah dekat Pantai Anom, di Desa Kramat, Pakuhaji, Tangerang, retak-retak. Berbagai pohon di atasnya meranggas kekeringan. 

Penyebabnya, hujan tak kunjung mengguyur daerah itu. “Belum turun hujan sudah hampir dua bulan lebih,” ujar Kepala Desa Kramat Nur Alam kepada VIVAnews, Selasa 30 Juli 2019.

Baca Juga

Tahun ini, menurut Nur, merupakan musim kemarau terparah. Biasanya, jika kemarau datang, tak sampai membuat tanah retak. Meski kekeringan, belum ada keluhan dari warga terkait ketersediaan air. 

Saat ini, kekeringan tak hanya melanda Tangerang. Sejumlah wilayah lain di Tanah Air pun mengalami hal serupa. Dalam siaran pers, Selasa, 30 Juli 2019, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) melansir, berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kekeringan tahun ini diprakirakan berlangsung lama dan jauh lebih kering dari sebelumnya.

Dari hasil analisis BMKG, teridentifikasi ada potensi kekeringan meteorologis  tersebar di sejumlah wilayah. "Berdasarkan hasil monitoring HTH (Hari Tanpa Hujan) hingga tanggal 30 Juni 2019, terdapat potensi kekeringan meteorologis (iklim) di sebagian besar Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, dengan kriteria panjang hingga ekstrem," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 4 Juli 2019.

Terkait HTH, ada beberapa status yang diterapkan. Untuk status awas, yaitu daerah yang telah mengalami HTH lebih dari 61 hari, serta prakiraan curah hujan rendah kurang 20 milimeter dalam 10 hari mendatang dengan peluang lebih dari 70 persen. 

Wilayah itu di antaranya, Jawa Barat, yaitu Bekasi, Karawang, dan Indramayu. Kemudian, Jawa Tengah, terdiri dari Karanganyar, Klaten, Magelang, Purworejo, Rembang, Semarang, dan Wonogiri. Lalu, sebagian besar Jawa Timur. 

Untuk Daerah Istimewa Yogyakarta, meliputi Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, dan Sleman. Sementara itu, di Bali, yaitu di Buleleng. Di Nusa Tenggara Timur meliputi Sikka, Lembata, Sumba Timur, Rote Ndao, Kota Kupang, dan Belu. Kemudian, Nusa Tenggara Barat, terdiri Bima, Kota Bima, Lombok Timur, Sumbawa, dan Sumbawa Timur. 

Sementara itu, status siaga, yaitu wilayah yang telah mengalami HTH lebih dari 31 hari, serta prakiraan curah hujan rendah kurang 20 mm dalam 10 hari dengan peluang lebih dari 70 persen. Wilayah tersebut di antaranya, Jakarta Utara, Banten, yaitu di Kabupaten Lebak, Pandeglang, dan Tangerang. 

Sedangkan status waspada, yaitu wilayah yang telah mengalami HTH lebih dari 21 hari, serta prakiraan curah hujan rendah kurang 20 mm dalam 10 hari dengan peluang lebih dari 70 persen. Wilayah itu terdiri dari Aceh, meliputi Aceh Besar, Pidie, Bireuen. 

Topik Terkait
Saksikan Juga
PSBB Sudah Berlaku, Pasar Malam di Tangerang Masih Ramai
TVONE NEWS - 4 bulan lalu