Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Sabtu, 25 Mei 2019 | 09:34 WIB

Memilih Jalur Konstitusional

Team VIVA »
Endah Lismartini
Rifki Arsilan
Lilis Khalisotussurur
Syaefullah
Reza Fajri
Foto :
  • Syaefullah
Prabowo dan Sandiaga Uno saat menggelar keterangan pers di Rumah Kertanegara.

VIVA – Prabowo Subianto tersenyum. Sudut bibirnya tertarik ke atas, matanya menatap ke para pendukungnya. 

Setelah mengucap salam dalam beberapa agama, ia lalu membaca catatan dari sebuah kertas yang dipegangnya. Didampingi calon wakil presidennya, Sandiaga Salahudin Uno, Prabowo dengan tegas menyatakan menolak hasil penghitungan suara yang disampaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Baca Juga

Sebelum membacakan penolakannya, Prabowo sempat menyindir KPU dengan mengatakan pengumuman oleh lembaga penyelenggara pemilu itu 'senyap-senyap.' 

Paslon 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bersama tim di Kertanegara, Jakarta

Pengumuman hasil rekapitulasi suara pemilih secara nasional memang diumumkan KPU pada Selasa dini hari, 21 Mei 2019. Di saat sebagian besar masyarakat terlelap, KPU menyampaikan hasilnya pada publik. Pengumuman ini maju dari batas akhir penghitungan suara.

Publik banyak yang merasa kecele karena sebelumnya meyakini bahwa KPU akan mengumumkan hasil akhir penghitungan suara nasional pada Rabu, 22 Mei 2019. Tanggal tersebut adalah hari ke-35 setelah Pemilu 2019 digelar. 

Sesuai Undang Undang Pemilu No. 7 Tahun 2012, hasil akhir penghitungan suara maksimal 35 hari. Secara UU, KPU tidak boleh mundur dari tanggal 22 Mei 2019, tapi dimungkinkan mengumumkan lebih awal. 

Celah itu dimanfaatkan KPU untuk mengumumkan hasil penghitungan pada dini hari. Tapi bukan berarti KPU tidak mengabarkan majunya rencana pengumuman. 

Sejak Senin siang, 20 Mei 2019, Ketua KPU, Arief Budiman, sudah menyampaikan, hingga siang itu tinggal lima provinsi dan satu daerah pemilihan luar negeri yang belum selesai penghitungan suaranya. Dan jika hari itu selesai semua, maka pengumuman akan disegerakan.  

Sore hari, KPU mengumumkan dapil luar negeri, dan dua provinsi sudah selesai. Sekitar pukul 23.00 WIB, hasil penghitungan suara nasional dikabarkan selesai. 

Meski tahap demi tahap sudah dilakukan oleh KPU, dan quick count sejumlah lembaga survei memaparkan hasil kemenangan untuk Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Prabowo dan pendukungnya tak mau mengakui. Sejak hasil quick count muncul, Prabowo mencuri start dengan mengumumkan kemenangan versi timnya. 

Sehari itu, pada 17 April 2019, hingga tiga kali Prabowo mengumumkan kemenangan versi timnya yang mencapai 62 persen. Mereka melakukan sujud syukur dan takbir. 

Tak hanya itu, Prabowo dan Sandiaga terus-menerus mengawal proses penghitungan suara nasional dengan teriakan terjadi kecurangan di mana-mana. Paslon ini meminta KPU cermat dengan data-data yang disampaikan pihaknya dan Bawaslu menghukum serta mendiskualifikasi paslon 01. Kubu ini beralasan, paslon 01 menang dengan cara-cara curang, sehingga tak berhak mendapatkan kemenangannya.

 

Tolak Rekapitulasi KPU

Pengumuman KPU tentang hasil akhir rekapitulasi suara nasional menunjukkan Jokowi-Ma'ruf Amin lebih unggul dari pasangan Prabowo-Sandiaga. Perolehan masing-masing paslon adalah 01 sebanyak 55,5 persen dan paslon 02 mencapai 44,5 persen. 

Selisih suara mencapai hampir 17 juta. Tapi, kubu 02 menolak hasil tersebut dan mengatakan akan menempuh jalur konstitusional dengan melakukan gugatan terhadap hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, menegaskan penolakan partainya atas hasil rekapitulasi suara nasional yang diumumkan KPU. BPN menolak, karena menurut mereka, banyak terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif. 

"Masalah DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang tidak valid tak diselesaikan, adanya dugaan penggelembungan suara, dugaan melibatkan lembaga negara dan BUMN, ini harus diinvestigasi," ujar Andre.

Selain itu, menurut dia, perlu dibentuk tim pencari fakta untuk mengatasi dan mencari tahu dugaan kecurangan tersebut. "Kita juga ada bukti dari tim IT kita dan sudah sempat dipaparkan beberapa waktu lalu dan akan masih banyak lagi bukti yang kita punya untuk membongkar bahwa kecurangan memang terjadi," ujarnya kepada VIVA.

Topik Terkait
Saksikan Juga
KPU Tetapkan Sembilan Parpol Lolos ke Senayan
TVONE NEWS - 11 bulan lalu