Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Hilang Jabatan Gegara Listrik Padam

Sabtu, 10 Agustus 2019 | 07:58 WIB
Foto :
  • The Korea Herald
Menteri Ekonomi Pengetahuan Korsel Choi Joong-kyung mundur dari jabatannya setelah krisis pemadaman listrik di Korsel pada 15 September 2011.

Kurang dari sebulan setelah diamuk Badai Maria, Rhodium Group mengatakan, berdasarkan data dari Department of Energy’s Office of Electricity Delivery and Energy Reliability, pasokan listrik di Puerto Rico yang telah pulih kala itu baru mencapai 26 persen saja. 

Puerto Rico

Baca Juga

Memasuki awal 2018, setengah atau 55 persen area Puerto Rico masih belum mendapatkan pasokan listrik. Otoritas listrik tetap bekerja keras memulihkan kondisi. Mereka melaporkan sejumlah pelanggan listrik yang layanannya bisa dipulihkan secara langsung dan persentase pembangkit listrik sebelum badai yang dipulihkan. 

Situasi Puerto Rico tanpa listrik berjalan berbulan-bulan berikutnya. Pada pertengahan April, pemulihan mulai mendekati penuh. 96 persen Puerto Rico dinyatakan telah terpasok aliran listrik, namun 53 ribu rumah tangga atau sekitar 100 ribu sampai 200 ribu penduduk Puerto Rico masih kekurangan layanan listrik.

Menurut kalkulasi Rhodium Group, pada Oktober 2017 atau sebulan setelah badai, ternyata Badai Maria melampaui dampak padamnya listrik di Puerto Rico itu merupakan yang terburuk sepanjang sejarah listrik padam di Amerika Serikat. 

Dampak Badai Maria ini tiga kali lebih parah dibanding sejarah padamnya listrik terparah di Amerika Serikat. Padam listrik akibat Badai Maria menyebabkan setidaknya putusnya 3,4 miliar jam pasokan listrik meskipun yang terdampak cuma 1,5 juta warga Puerto Rico.

Angka putusnya pasokan listrik itu lebih parah dibandingkan dengan dampak padamnya listrik akibat Badai George pada 1998 yang mana membuat putusnya 1,05 miliar jam pasokan listrik di Amerika Serikat. 

Jika dibandingkan hilangnya pasokan listrik di Puerto Rico akibat Badai Maria itu melebihi hilangnya pasokan listrik akibat badai di Amerika Serikat selama lima tahun terakhir sampai 2018. 

Rangkuman data Rhodium Group dari berbagai sumber termasuk padam listrik di dunia yang terjadi akibat fenomena alam dan sebab teknis listrik lainnya dan mengecualikan padamnya listrik akibat perang.
 
Data menunjukkan, parahnya padamnya listrik di Puerto Rico secara global karena menduduki posisi kedua, di bawah padam listri di Filipina akibat Badai Haiyan. 

Lumpuhnya listrik di Puerto Rico lebih parah dibanding padamnya listrik di Filipina pada 2012 akibat Badai Bopha. Padamnya listrik di Puerto Rico menyebabkan hilangnya 3,4 miliar jam pasokan listrik sedangkan dampak Badai Bopha di Filipina membuat hilangnya 3,2 miliar jam pasokan listrik. 

Padamnya listrik di Puerto Rico lebih parah dibanding kegelapan di India yang terjadi pada 2012, padahal kala itu setengah India mati listrik. 

Padamnya listrik di Puerto Rico selama berbulan-bulan membuat dampak sosial. Sembilan bulan setelah badai dan masih dalam kegelapan di Puerto Rico melahirkan krisis perumahan dan yang parah muncul krisis bunuh diri serta lonjakan tingkat pembunuhan. 

Laporan Vox, menunjukkan kemungkinan krisis dampak dari kegelapan berbulan-bulan ini melahirkan lebih dari 4.600 kematian.

Data dari Komisi Pencegahan Bunuh Diri Kementerian Kesehatan Puerto Rico dan tambahan data dari koran terbesar di sana EL Neuvo Dia, selama November 2017 sampai Januari 2018, nomor panggilan krisis Kementerian Kesehatan Puerto Rico menerima 3.050 panggilan telepon dari warga yang mengaku mencoba mengakhiri hidup. Angka ini naik 246 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Dan tiga bulan setelahnya malah makin parah, laporan menunjukkan, sekitar 9.645 orang menelpon panggilan krisis untuk bunuh diri, melonjak 83 persen dari periode yang sama 2017. 

Alhasil, angka tingkat bunuh diri 2017 menjadi yang tertinggi sejak 2013 sekaligus menggambarkan krisis kesehatan mental parah di Puerto Rico. 

Profesor psikolog di Universidad Carlos Albizu di Puerto Rico, Santana Mariño mengatakan, Badai Maria membawa lebih dari bencana.  Kehancuran plus hidup tanpa listrik mengacaukan kehidupan. Dia mengatakan, kehancuran fisik bangunan bisa membuat sejenak untuk bangkit tapi dengan tanpa listrik kondisi menjadi kian pelik. 

"Normal saja kalau itu (kekacauan) karena ada konflik keluarga. Tapi saat Anda bertambah stres lebih dari 5 bulan tanpa listrik, tanpa makanan dan pola hidup berubah, itu membuat orang lebih susah mengelola kehidupan sehari-hari," ujarnya pada surat kabar terbesar Puerto Rico.

Laman Vox melaporkan, salah satu upaya untuk menyiasati gelap gulita ini yakni dengan membangun microgrid, atau jaringan listrik lokal yang memotong jaringan listrik utama. Tapi upaya pemulihan daya ini berjalan keliru karena melibatkan kontraktor yang terlalu mahal. Akhirnya langkah ini sia-sia.

Kegelapan Puerto Rico memang berjalan berlarut-larut, bertahap tahap demi tahap. Setidaknya butuh 328 hari atau nyaris setahun setelah badai untuk Puerto Rico akhirnya normal kembali dari hidup tanpa listrik. 

Krisis di India

Listrik mati parah pernah melanda India dalam dua hari bertutut-turut pada 2012. 'Bencana' ini mulai terjadi pada 30 Juli 2012, jaringan listrik Utara India mengalami masalah. 

Dampaknya luar biasa, 300 juta penduduk di 9 negara bagian India termasuk ibu kota New Delhi hidup tanpa listrik. Semua lumpuh. 

Dasar apes, sehari setelahnya. Mengutip data Power Technology, jaringan listrik baru yang meliputi jaringan listri Utara, Barat, Timur dan Timur Laut India padam. Listrik mati serempak ini dampak dari perbaikan atau pemulihan dari jaringan listrik Utara.

Laman The Economic Times mengatakan, India memiliki lima jaringan listrik yaitu Utara, Timur, Timur Laut, Selatan dan Barat. Semua jaringan tersebut saling terhubung, kecuali jaringan listrik Selatan. Makanya tak heran listrik padam total terjadi dalam insiden tersebut. Seluruh jaringan listrik yang dijalankan Power Grid Corporation atau PLN-nya Puerto Rico itu yakni 95 kilometer sirkuit saluran transmisi. 

India

Akibatnya setidaknya total 700 warga India dan 20 negara bagian India terdampak listrik mati. 

Namun data lainnya menunjukkan lebih parah. Laporan Deccan Herald, listrik mati nasional itu berdampak pada 22 negara bagian, setengah India gelap tanpa listrik dan berdampak pada setidaknya 620 juta penduduk atau 9 persen populasi dunia.

Insiden listrik mati nasional ini membuat kacau, jaringan kereta lumpuh, ratusan kereta mogok, lampu lalu lintas mati, macet di mana-mana. Dampak lainnya operasi bedah di rumah sakit dibatalkan, rumah sakit akhirnya beroperasi dengan generator cadangan, dan pekerjaan konstruksi serta penambangan berhenti beroperasi di seluruh wilayah India bagian utara. 

Penyebab listrik padam total di India itu simpang siur. Dikuti dari BBC, Menteri Keuangan India menyalahkan krisis listrik India ini akibat negara-negara bagian tertentu yang terlalu rakus mengambil pasokan listrik yang lebih pada jaringan listrik nasional. 

Menteri Energi India, Sushil Kumar Shinde akhirnya meminta negera bagian yang dituding jadi biang untuk berhenti mengambil kuota pasokan listrik. Laporan media menunjukkan, negara bagian Uttar Pradesh merupakan salah satu negara bagian yang rakus listrik tersebut.

"Saya telah menginstruksikan pejabat kami untuk menghukum negara bagian yang mengambil kuota lebih listrik," ujar Shinde. 

Namun tudiangan dari pemerintah itu dibantah pleh pejabat negara bagian. Ketua Power Grid Corporation di Uttar Pradesh, Anil K Gupta mengatakan, tak ada alasan untuk memercayai bahwa negara bagiannya menjadi salah satu biang listrik padam naisional. Gupta malah meminta pemerintah bersabar dan menunggu penyelidikan lebih lanjut apakah sebenarnya penyebab listrik padam nasional tersebut. 

Kekecauan India akibat listrik padam total membuat rakyat berteriak dan gusar resah. Penjaga toko di Delhi, Anu Chopra memahami kondisi krisis kacau ini dan tak seharusnya terjadi selama dua hari berturut-turut. Insiden listrik padam total ini menurutnya, menunjukkan wajah manajemen listrik India yang tidak profesional.

Topik Terkait
Saksikan Juga