Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Senin, 6 Mei 2019 | 06:22 WIB

'Pisahkan Pemilu Nasional dan Daerah'

Team VIVA »
Endah Lismartini
Mustakim
Rifki Arsilan
Foto :
  • VIVA/Dhana Kencana
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun saat berkunjung ke kantor VIVA di Jakarta.

VIVA – Pemilu serentak yang baru pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia, di satu sisi, dianggap sukses dari sisi penyelenggaraan. Para pemimpin dunia menyampaikan ucapan selamat kepada Indonesia karena Pemilu Serentak 2019 berjalan damai tanpa kerusuhan.

Tapi di sisi lain, Pemilu serentak ini dianggap ruwet dan melelahkan, bahkan berdampak fatal hingga merenggut nyawa ratusan petugas PPS dan aparat keamanan, diduga karena kelelahan. Proses pemungutan dan penghitungan suara di banyak TPS pada Pemilu Serentak ini memakan waktu sehari semalam non-stop, menguras waktu dan tenaga. Penggabungan memilih anggota DPRD Kota, DPRD Provinsi, DPD, DPR RI, dan Presiden dalam satu waktu kini dianggap banyak pihak tidak efektif.

Baca Juga

Soal ini lah yang turut disinggung Pakar Hukum Tata Negara, Dr. Refly Harun, S.H., M.H., LL.M saat memberikan penjabaran detil tentang Pemilu 2019, dan Pemilu-pemilu sebelumnya. Termasuk bagaimana idealnya proses pemilihan legislatif dan pemilihan presiden. Sejumlah hal terkait pelaksanaan Pemilu tahun ini dia paparkan secara kritis. Ketika berkunjung ke kantor VIVA.co.id, mantan wartawan ini menyampaikan analisisnya yang mumpuni terkait pelaksanaan Pemilu. 

Topik Terkait
Saksikan Juga
KPU Tetapkan Sembilan Parpol Lolos ke Senayan
TVONE NEWS - 10 bulan lalu