Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Senin, 20 Mei 2019 | 05:30 WIB

PSSI dan Operator Liga 1 Kini Jadi Satu, Tak Ada Pertentangan

Team VIVA »
Riki Ilham Rafles
Foto :
  • VIVA/Muhamad Solihin
Direktur PT Liga Indonesia Baru, Dirk Soplanit

VIVA – Liga 1 kembali bergulir pada 15 Mei 2019 ditandai dengan pertandingan PSS Sleman menjamu Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Kompetisi kasta tertinggi di Indonesia ini memang tidak pernah sepi dari sorotan publik. Bukan cuma soal persaingan antarklub sepanjang musimnya, tapi juga ada sisi gelap, yakni keriuhan di dalam dan luar lapangan.

Di musim ini pula, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengambil alih operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB). Mereka menunjuk Gusti Randa sebagai Komisaris, dan Dirk Soplanit menjabat posisi Direktur.

Baca Juga

Penunjukan ini dilakukan setelah tidak ada satupun sosok yang mau mengambil kedua jabatan tersebut. Kasus pengaturan skor yang diselidiki Satgas Antimafia Bola disebut-sebut sebagai salah satu faktor yang membuat orang enggan menduduki jabatan vital dalam sepakbola Indonesia.

Kini, fokus kepada LIB mengarah ke Dirk yang menyandang tugas berat. Sebab, dia harus bisa meneruskan kinerja jajaran direksi sebelumnya yang bisa mendatangkan banyak sponsor. Setiap klub peserta Liga 1 musim lalu mendapat hak komersial masing-masing Rp7,5 miliar.

Sedangkan untuk musim ini, hak komersial yang akan diberikan kepada klub menurun Rp5 miliar. Apa alasan LIB mengambil keputusan tersebut, dan mengapa klub Liga 1 mau menerimanya?

Berikut petikan wawancara VIVA dengan Dirk yang dilakukan usai acara peluncuran Liga 1 di Jakarta, Senin 13 Mei 2019:

Sejauh ini bagaimana persiapan Liga 1 2019? Segala administrasi dan persyaratan dari klub dan pemain sudah rampung?

Persiapan kita sudah harus lengkap, makanya kita bisa launching sekarang ini. Administrasi klub semua sudah. Itu ditandai dengan keluarnya rekomendasi dari BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia). Mereka keluarkan rekomendasi karena kita sudah memenuhi persyaratan. Mulai dari LIB sebagai operator sampai dengan klub.

Verifikasi stadion bagaimana?

Stadion juga sudah kami verifikasi. Tahun ini justru berbeda dengan tahun lalu. Kalau tahun lalu verifikasi hanya dilakukan oleh LIB, tapi kali ini kami juga menyertakan BOPI melakukan verifikasi.

Musim lalu ada beberapa tim yang harus jadi musafir karena lampu stadion tidak layak untuk menggelar pertandingan malam hari. Bagaimana sekarang?

Pada prinsipnya sudah semua (lolos verifikasi), walau ada yang belum sempurna seperti yang kami harapkan. Masalah lampu stadion itulah yang masih belum sempurna. Tapi, masih kami tolerir, tentu dengan catatan harus ditingkatkan sambil berjalan.

Liga 1 kali ini, kick off molor dari biasanya, akibatnya jadwal jadi padat. Tidak sedikit klub yang mengeluh melalui media. Bagaimana cara LIB meredam semua ini?

Saya kira kalau klub yang berbicara (keluhan) saya tidak bisa menerimanya. Karena waktu bergulirnya kompetisi tidak semata-mata ditetapkan LIB. Kita kumpul sampai dua kali, pertama dengan pemimpin klub, kesepakatan kita bangun. Bahkan, ketika kita mundur kick off dari tanggal 8 Mei ke 15 Mei semua setuju.

Kemudian LIB menyiapkan lagi jadwal yang bergeser itu. Kita menunggu juga tanggapan dari klub, lalu buat yang baru dan lakukan managers meeting lagi. Kalau ada klub yang kemudian mengeluh, saya menjadi aneh.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Permintaan Jakmania Buat Manajemen Baru Persija | SUPORTalk!
LIGA INDONESIA - 4 bulan lalu