Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Senin, 24 Juni 2019 | 06:06 WIB

Sisi Lembut Yayan Ruhian di Balik 'Kebengisan' Panggung Hollywood

Team VIVA »
Maria Margaretha Delviera
Foto :
  • VIVA.CO.ID/Anry
Yayan Ruhian.

VIVA – Saat VIVA bertemu Yayan Ruhian di akhir Mei 2019, keterlibatannya di film John Wick 3 masih menjadi topik hangat di antara penikmat film. Bersama Cecep Arif Rahman, keduanya beradu fisik dengan Keanu Reeves. 

Selain melakoni adegan laga dengan gerakan pencak silat, Yayan dan Cecep juga memakai bahasa Indonesia dalam percakapan mereka. Keanu Reeves sebagai John Wick pun mengucapkan ‘sampai jumpa’ di akhir pertarungan.

Baca Juga

“Nonton dong (film John Wick 3), ‘sampai jumpa’,” ucap Yayan sambil menaruh tangan kanannya ke dada menirukan Keanu Reeves.

Aslinya, Yayan Ruhian sangat berbeda dengan sosok pendekar bengis yang kerap dilakoni dalam film. Dengan rambut diikat sebagai ciri khas, pria 50 tahun ini meladeni pertanyaan VIVA dengan ramah dan penuh senyum. Tidak jarang jawabannya begitu bijaksana sampai membuat pendengar tertegun.

Keterlibatannya di film Merantau pada 2009 bersama Iko Uwais, berangkat dari niat untuk mengangkat seni bela diri pencak silat ke level berikutnya. Sejalan dengan Gareth Evans sebagai sutradara, kesuksesan film The Raid (2011) menjadi pintu bagi dua aktor tersebut menuju Hollywood.

Hingga kini, Yayan Ruhian dikenal luas sebagai Mad Dog atau si anjing gila, karakternya di The Raid. Meski begitu, pemain film Star Wars: The Force Awaken (2015) ini hanya ingin dikenal sebagai Yayan Ruhian.

Matanya berbinar saat membicarakan kesenangannya berkebun di kampung halaman, Tasikmalaya, Jawa Barat. Namun mata tersebut berubah sendu, teringat perpisahan dengan istri dan ketiga anaknya karena kesibukan Yayan sebagai aktor.

Di balik sorotan kamera yang melambungkan namanya, Yayan Ruhian selalu rindu dengan bau tanah dan menikmati hasil kebun bersama keluarga. Simak pengakuannya dari wawancara berikut ini:

Bagaimana awalnya Anda tertarik untuk mendalami seni bela diri pencak silat?

Dari umur 13-an, saya SMP kelas dua itu sudah mulai belajar pencak silat. Maklumlah di kampung gitu kan, dengan karakter pencak silat yang sekarang dikenal silat tradisional, di mana lebih kental antara silat dan salatnya.

Begitu saya belajar silat, ternyata di silat itu tidak saja saya menemukan banyak hal yang tidak saya sangka, tapi silat ini akhirnya bagian dari perjalanan hidup saya.

Anda pernah berkata, di negeri sendiri pencak silat dipandang sebelah mata. Mengapa begitu?

Itu suatu kekhawatiran saya secara pribadi, di mana saya pernah beberapa kali ke Eropa untuk mendemonstrasikan pencak silat, mereka melihat pencak silat sebuah bela diri yang lengkap dan hebat.

Topik Terkait
Saksikan Juga
3 Top Moment: Yayan Ruhian Syuting Bareng Keanu Reeves
FILM - sekitar 1 tahun lalu