Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Insight

Informasi

Iko Uwais: Daripada Aktor, Saya Lebih Nyaman Disebut Fighter!

Senin, 19 Agustus 2019 | 06:53 WIB
Foto :
  • Netflix
Iko Uwais

"Soalnya yang dibilang aktor tuh apa ya. Mungkin orang banyak yang baru main sekali film udah dibilang aktor. Aktor itu nama yang tanggung jawabnya besar banget buat saya," katanya kemudian.

"Aktor itu dia harus bisa memerankan semua karakter apa yang ditawarkan oleh sang sutradara, seperti kayak Mbak nonton wayang kulit ataupun wayang golek. Wayang golek itu dalangnya, itulah aktor. Dia bisa menerapkan masing-masing wayang, berbeda-beda dari segi suara, attitude-nya, gesture badannya wayang, itu pun kita bisa ngelihat oh itu Cepot, oh itu si Fulan, itu si Fulan segala macem. 

Baca Juga

Itu dari boneka lho mba, di mana dia menunjukkan gesture-nya sebagai diri sendiri untuk menjadi oke, 'saya harus menjadi siapa.' Itu harus bertolak belakang sama diri saya sendiri gitu. Itu yang namanya aktor. 

Jadi memang saya banyak belajar, untuk berperan, mendalami karakter. Misalnya saya berbicara dengan orangtua, itu salah satu attitude atau peran buat saya. Itu yang saya dalami. Jadi aktor itu bukan hanya menghapal sebuah script, mengerutkan mata, atau melototkan mata, bukan. Tapi bagaimana lo mengkesplor diri lo sendiri, mengeluarkan dari tubuh lo sesuai dengan diri lo sendiri. Nah itu pun saya belum, belum ke situ. 

Walaupun ada banyak film yang harus mengkarakterkan saya sebagai siapa. Sejauh ini saya masih mengkarakterkan saya sebagai diri saya sendiri. Kai Jin (nama karakter Iko Uwais di Wu Assassins) pun tidak beda jauh dengan karakter saya sehari-hari, dengan perannya, santai, yaa apa adanya, cuma perannya sebagai koki kayak gitu. Tapi pembawaan dirinya saya masih nyaman, masih kelepasan, refleks dengan saya sendiri, apa adanya.

Maksudnya, orang akan terlihat lebih bagus, berakting tapi natural, enggak dibuat-dibuat, tapi bagaimana caranya berakting natural tapi tidak dibuat-dibuat tapi sebagai orang lain, itulah aktor, hahahaha kompleks!" serunya mengakhiri penjelasan.

Saya kemudian menegaskan semua penjabaran Iko soal makna aktor baginya.

“Jadi apakah sekarang sudah confident disebut sebagai aktor?" tanya saya.

"Dibilang confident, saya harus mencoba, tapi kalau dibilang menyebut diri saya sendiri menjadi aktor, saya belum hahahah. Saya lebih nyaman dibilang sebagai fighter! hahahahha," kata Iko Uwais mantap.

Sambil mengenang memori di masa lalunya, Iko Uwais juga bercerita betapa dia mengidolakan Jackie Chan. Sosok legendaris dalam urusan film laga Asia yang mendunia itu punya peran dalam karier Iko. Suami Audy Item ini mengaku, kegilaannya pada pencak silat sempat membuatnya bingung, ingin menjadi apa di masa depan. 

"Saya pikir, cuma latihan silat mau jadi apa sih? Jadi centeng gitu?  hahaha," katanya bercerita soal perdebatan dalam dirinya kala itu.

Namun akhirnya, film-film Jackie Chan yang kerap ditontonnya membuka pikiran Iko lebih luas. Iko pun terkesima dengan bagaimana Jackie Chan menuangkan gerakan beladiri ke dalam adegan film.

"Film-film Jackie Chan tuh jadi salah satu film buat motivasi saya bisa berkreasi lebih banyak lagi, untuk di koreo. Ya beda, karena dia kan bisa sedikit diselipkan dengan adegan-adegan yang lucu, ada komedinya dikit kan. Cuma tidak menjiplak secara persis ada lucunya juga, cuma lebih reality-nya sih, ke Jackhie Chan," katanya menerangkan.

Ketika saya menegaskan, "Berarti Iko Uwais The Next Jackie Chan?"

Iko Uwais membasuh wajah dengan kedua tangannya, mengamini saja. "Aamin, Insya Allah," jawabnya, sederhana.

Sebelum mengakhiri wawancara, saya bertanya, "Lalu, apa pesan Bang Iko untuk aktor-aktor muda lain yang ingin menjajaki film production di internasional?"

"Temen-temen di Indonesia, saya sih lihatnya banyak ya. Indonesia nih udah tidak dipandang sebelah mata dari segi talentanya, kualitas filmnya, dan akting segala macem. Ya kalo saya bilang sih terjun, basah, basah sekalian, enggak setengah-setengah dan jadi diri apa adanya. 

Satu lagi, saya pernah ketemu sama senior. Mbak pasti inget namanya Om Josh Rudy. Saya pernah dibilangin, 'Iko sebelum melakukan sesuatu ataupun sudah melakukan sesuatu, maksudnya sesuatu tuh berakting, harus banyak-banyak istighfar. Soalnya apapun karakter yang lo perankan, itu bukan lo,' seperti itu. 

Makanya saya akan pisahkan, di mana saya kerja, di mana saya menjadi seorang bapak, dan menjadi seorang suami di dalam rumah tangga. Kayak gitu. Jadi saya cuma bisa membedakan bagaimana saya masuk ke ruang lingkup kerja dan saya sebagai di keluarga, dan mungkin saya pesan sama yang lain, teman-teman juga, jadi diri sendiri aja. Jadi pas di film, kita putus di film, di layar lebar, putus layar lebar, pas lagi reguler kayak gini, ya apa adanya," jawab Iko Uwais sambil mengatupkan tangan kanannya ke dada dan tersenyum.

Topik Terkait
Saksikan Juga