Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Selasa, 10 September 2019 | 18:52 WIB

Abimana soal Istri Setia, Efek Gundala, dan Fakta Adegan Mandi

Team VIVA »
Zahrotustianah
Foto :
  • VIVA/M Ali Wafa
Abimana Aryasatya

VIVA – Abimana Aryasatya muncul tergesa-gesa dan langsung menyapa kami, tim VIVA, dengan raut wajah yang begitu lelah. Sudah pukul 20.30 WIB saat itu, kami adalah tim terakhir yang ditemuinya usai rangkaian promosi Gundala yang dijalaninya seharian.

"Capek banget ya, Mas?" sapa saya mempersilakan Abimana beristirahat sejenak.

Baca Juga

"Enggak, kok, enggak," katanya cengar-cengir. Sang istri, Inong Ayu, menyahut, suaminya agak lelah karena mengendarai sendiri motornya menuju lokasi theatre visit Gundala, yang sekaligus menjadi tempat kami wawancara, di XXI Blok M Square.

"Tampak bahagia, jangan tampak kurang tidur," wanita yang akrab disapa Ibu Inong itu menyemangati suaminya yang memang sedang padat aktivitas roadshow, keliling berbagai kota untuk mempromosikan filmnya sejak tayang Kamis, 29 Agustus 2019 lalu.

Terpopuler

Abimana tertawa lagi. Sudah sepekan sejak Gundala melenggang di bioskop. Tepat malam itu, Rabu, 4 September 2019, Gundala akhirnya melampaui satu juta penonton. Namun bagi Abi, jumlah penonton terasa lebih bermakna bagi para produser dibanding para pembuat film.

"Bahagia saya bahagia," katanya dengan nada yang lebih ceria. "Sebagai filmmaker, bukan jumlah penonton yang jadi patokan sebenarnya. Kalau kita, penontonnya happy, kita merasa sudah melakukan tanggung jawab kita," kata aktor pemeran Sancaka ini terkait perolehan satu juta penonton Gundala di bioskop.

Film yang disutradarai Joko Anwar itu memang mendapat respons positif dari para pengamat dan penikmat sinema. Gundala yang mengangkat kisah jagoan Indonesia dari komik Hasmi pada tahun 1969 dinilai berhasil menyajikan cerita lokal yang relevan dengan kondisi kekinian, tanpa harus memaksakan efek visual yang kerap masih jadi kelemahan bagi produksi film Indonesia. Hasilnya, bukan cuma asyik ditonton karena jalan ceritanya, tapi juga teknik CGI yang ditampilkan, halus dan pas.

Gundala adalah film yang dikerjakan dengan penuh komitmen dan dedikasi yang tak main-main oleh Abimana, dan sang istri, tentunya. Inong Ayu yang duduk menemani Abi dalam wawancara kami, tak kuasa menahan haru melihat Gundala bisa diterima dengan baik sejauh ini.

Meski kamera kami tak bisa menangkap ekspresi lelah, puas, dan bangga Inong, namun istri Abimana itu antusias ketika meneriakkan perasaannya.

"Aku nangis doooooong. Aku nangiiiss, terharuuu," seru wanita pemilik nama asli Nidya Ayu Riandri tersebut, dengan suara keras, agar penonton dan pendengar wawancara kami mengetahui luapan hatinya.

Abimana menatap sang istri penuh syukur, berterima kasih karena pencapaiannya sebagai Sancaka/Gundala, juga berkat wanita tangguh itu. Dia mengenang perjalanan Gundala-nya sejak 1,5 tahun belakangan. Inong, merengek, memintanya menerima peran tersebut. Namun tak langsung diiyakan Abi, sebab dia tahu, pekerjaan itu tidak mudah.

"Saya bilang ke dia, 'Ini akan kerja keras lho, siap enggak? Bukan hanya selewat gitu aja, kita harus mempersiapkan diri dan kerja keras sampai ke ujung, termasuk siap dengan konsekuensinya. Kalau udah ambil Gundala, kita harus lupain yang lainnya. Kita harus fokus sampai akhir,'" cerita Abimana, serius.

Benar saja, kerja sama mereka berdua sebagai tim dalam kehidupan berkeluarga dan bekerja, tak main-main. Pembagian tugas dilakukan. Inong bertanggungjawab untuk urusan jadwal dan asupan nutrisi yang harus dikonsumsi Abimana. Mereka harus menjaga tubuh Abi kurus, tapi cukup berotot, karena tempaan hidup yang dialami Sancaka.

"Sancaka kan dari kecil lari terus, enggak tahu kenapa dia lariiii terus, kan. Jadi enggak mungkin, Sancaka besar tiba-tiba sehat gitu, jadi harus kurus, kalau lari terus kan, kamu akan kurus," kata Abi.

Setiap hari, Inong bangun jam tiga pagi untuk mempersiapkan makanan yang akan dikonsumsi sang suami. Kalorinya harus terjaga dan persiapan yang keras juga harus dilakukan. Dari empat bulan proses produksi, aktor 36 tahun itu mengaku colong start, 2 bulan untuk mempersiapkan diri sebelumnya.

Dielu-elukan fans karena penampilannya sebagai jagoan, tak membuat Abimana pongah. Rendah hati sekali, ketika pria jangkung itu mengatakan bahwa bukan sosoknya yang harus jadi sorotan. Gundala harus dikenal sukses karena filmnya, bukan Abimana-nya.

"Mereka harus lebih fokus, lebih sayang, spotlight-nya, harus ke Gundala, bukan sayanya. Karena memang tugas saya untuk mengangkat itu, to make the film works. Filmnya yang harus berhasil bukan sayanya, itu yang penting."

Abimana Aryasatya bukan nama baru di dunia perfilman Indonesia. Sebagai aktor, Abi sudah pernah menunjukkan taringnya di berbagai genre film, dari yang serius sampai komedi. Lakonnya pun tak kali ini saja dipuji. Belum lama, kita masih ingat bagaimana  Abimana memukau semua penonton Warkop DKI: Reborn, karena total banget saat jadi Dono. Abi juga tak kalah kece ketika muncul di film Netflix, The Night Comes for Us. 

Ketika kami bertanya soal benchmark kesuksesannya, Abimana sempat terdiam sejenak memikirkan jawaban, lalu dengan cepat menggeleng-gelengkan kepalanya, menanggapi ocehan saya soal Hollywood. Tak muluk-muluk, Abimana bukan aktor yang terobsesi mengejar nama besar di luar negeri. Abi lalu fasih menegaskan, Hollywood bukan patokan sukses baginya.

"Saya udah seneng di sini dan justru yang harus dijaga adalah rumah kita. Gimana caranya bukan kitanya yang pergi ke sana, tapi produknya yang nyampe ke sana. Jadi mereka nonton pun mereka harus bilang, 'Itu film indonesia,' bukan mereka bilang film Hollywood, bukan juga Eropa. Ini film indonesia, dikerjakan di Indonesia, kontennya Indonesia, orang-orangnya Indonesia," serunya.

Kami tak punya banyak waktu, namun dalam perbincangan 20 menit tersebut, Abimana juga bicara soal peran Gundala dalam membuka Jagat Sinema Bumilangit dan harapannya untuk universe tersebut ke depan. 

Suasana wawancara terasa santai saat Abi tertawa ketika kami menggodanya soal deretan 'titik-titik' di Insta Story-nya, efek Gundala. Poularitasnya melejit pesat berkat jadi jagoan. Mengaku tak terlalu 'into' ke media sosial, Abimana ngaku kesulitan melakukan hal tersebut. 

"Hahaha, itu perubahan tuh. Itu rekor, biasanya gue sering mempertanyakan, 'Kenapa Insta Story orang bisa titik-titik banget ya. Akhirnya saya mengalami sekarang, karena harus promosi film, makanya jadi titik-titik banget,'" Abi tertawa.

Sambil menghela napasnya, Abi mengaku sebenarnya khawatir menyinggung orang-orang yang sudah sangat mengapresiasinya lewat media sosial. Dia minta maaf jika tak semua pesan yang masuk bisa diunggah ulang olehnya. Abi menegaskan, dia sangat berterima kasih atas semua apresiasi terhadapnya dan Gundala.

"Gue takut banget kalau orang mikir, 'Gue kan udah terima kasih, masa lu enggak respons gue.' Gue ada perasaan takut itu, jadi maaf ya kalau belum bisa jawab semuanya. Semua dihargain kok, saya terima kasih banget semuanya udah nonton," Abi mengatupkan tangannya ke depan kamera sambil tersenyum.

Makin malam, saya lebih memilih bertanya soal hal-hal ringan pada aktor ini dan Abimana pun masih bertenaga untuk melontarkan jawaban-jawaban jenakanya. 

Dia berkelakar soal film kedua Gundala yang berjudul Putra Petir ketika saya ingin tahu bocoran film tersebut. Dengan gaya bak presenter gosip, Abimana menggoda penonton soal kemungkinan film kedua Gundala berkaitan dengan Thor, Dewa Petir, dari Marvel.

"Apakah ternyata saya adalah saudaranya Thor? Atau saya sepupunya Loki?" kata Abi sambil melotot ke kamera dan mengeluarkan nada bicara yang dibesar-besarkan, membuat kami ikut tertawa.

Penghujung wawancara makin terasa gokil saat Abimana merespons riuh warganet soal adegan Sancaka yang bikin cewek-cewek histeris. Wajah Abimana kikuk ketika sang istri yang melontarkan sendiri hal tersebut.

"Aku sih tahu, tapi pura-pura enggak tahu," kata Inong.

"Apa?" tanya Abimana balik dengan senyum malu-malu.

"(Adegan) Habis mandi," jawabnya.

"Oh, habis mandi," Abimana tertawa kecil, lalu memasang ekspresi canggung.

"Kok mukanya gitu, awkward ya?" goda Inong lagi yang membuat Abimana kehabisan kata-kata.

Aktor ini lalu membongkar fakta baru, ternyata, Abimana benar-benar mandi saat melakoni adegan menghebohkan tersebut. 

"Itu saya beneran mandi, by the way. Karena saya ngelakuin adegan, disuruh mandi ya mandi aja. Ngapain repot, kan? Byar, byar, byar!! Ya saya mandi. Saya lupa, itu kan kamar mandinya set, ya. Jadi airnya ngumpul, banjir. Pas keluar, ya udah. Kata Joko, 'Rambut lo lepek amat!' (Saya jawab), 'Ya kan mandi!' hahahaa," cerita Abimana membuat kami ikut tertawa lepas, sebelum benar-benar mengakhiri wawancara.

Ikuti perbincangan lengkap kami dalam podcast Eyes on Abimana Aryasatya dalam link berikut ini.

Podcast serunya dengerin di sini

Atau langsung di sini

Jangan lupa, tonton juga videonya untuk bisa lihat ekspresi Abimana saat digoda sang istri terkait adegan basah tersebut di sini.

Topik Terkait