Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Selasa, 6 November 2018 | 12:20 WIB

Dilema Model Mobil Listrik di Indonesia

Team VIVA »
Yunisa Herawati
Foto :
  • VIVA/Dian Tami
Mobil hibrida Toyota Prius Hybrid

VIVA – Kementerian Perindustrian beberapa waktu lalu berhasil menyelesaikan aturan mengenai mobil listrik. Saat ini, aturan tersebut sedang menunggu persetujuan dari Presiden Joko Widodo.

Bila nanti disahkan, maka era kendaraan hemat bahan bakar dan rendah polusi akan segera dimulai di Indonesia. Sayangnya, model mobil yang ideal untuk pasar Indonesia saat ini masih belum diketahui.

Baca Juga

Sebab, masing-masing memiliki teknologi dan keunggulan yang berbeda. Untuk mencari tahu mana yang paling ideal, Kemenperin bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi dan Toyota menguji coba teknologi hibrida di Indonesia.

Ada dua model hibrida yang diuji, yakni Hybrid Electric Vehicle dan Plugin Hybrid Electric Vehicle. Perbedaan dari dua model itu adalah dalam hal infrastruktur, yakni tempat pengisian baterai.

Terpopuler

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, salah satu kendala penerapan kendaraan listrik di Tanah Air adalah soal infrastruktur.

“Infrastrukturnya belum tersedia. Tentu ini tidak efektif, sehingga kami mencari jalan untuk mencapai volume,” ujarnya di Gedung Kemenperin, Jakarta, Selasa 6 November 2018.

Di sisi lain, ia menjelaskan bahwa harga mobil HEV lebih mahal ketimbang PHEV. Alasannya, penggerak yang digunakan ada dua, yakni mesin berbahan bakar dan motor listrik.

Sedangkan, mesin berbahan bakar pada PHEV dimensi dan performanya lebih kecil, sehingga harga bisa lebih murah.

Hybrid lebih mahal, karena penggeraknya dua, listrik dan internal combustion engine. Sedangkan, plugin murni digerakkan elektrik. ICE hanya untuk menghasilkan tenaga listrik.”

Topik Terkait
Saksikan Juga
Anies Baswedan "Kesetrum" Formula E, Kenapa Harus Monas?
BERITA - sekitar 1 bulan lalu