Ibu Kota Pindah, Bakal Pengaruhi Sektor Otomotif Tanah Air?

Pekerja sedang mengecek mobil Kijang Innova di Pabrik Toyota Karawang 1.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Hadi Suprapto

VIVA – Ibu kota negara Republik Indonesia, akan dipindahkan dari Jakarta ke wilayah di antara Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Rencana pemindahan tersebut sudah disahkan oleh Presiden Joko Widodo.

Melihat rencana tersebut, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto angkat bicara. Dia mengatakan, pemindahan ibu kota tidak akan berdampak banyak bagi industri otomotif Tanah Air.

"Saya rasa dampaknya tidak terlalu besar dalam penjualan otomotif secara keseluruhan," ujarnya saat dihubungi VIVA.co.id, Senin 25 Agustus 2019.

Menurutnya, saat ini kantor perwakilan agen resmi dan fasilitas produksi dari produk otomotif global, memang berlokasi di pulau Jawa. Meski demikian, hal tersebut tidak akan berpengaruh, jika ibu kota dan pusat pemerintahan Indonesia berpindah.

Baca juga: Aroma mobil baru, bahaya enggak sih buat kesehatan?

"Sebab begini, industri otomotif kan enggak harus selalu ikut posisinya ibu kota. Jadi saya rasa enggak akan pengaruh besar lah," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmy Suwandi mengatakan, pihaknya masih mempelajari dampak-dampak yang akan terjadi jika ibu kota sudah seluruhnya pindah ke Kalimantan Timur.

"Kami masih mempelajari dampaknya. Tetapi, saat ini pelayanan kami sudah sampai ke wilayah pulau Kalimantan. Di Kalimantan Timur, kami juga sudah punya delapan diler resmi," tuturnya.

Sebelumnya, Jokowi menyebut bahwa,  kota Jakarta sudah sangat berat sebagai pusat pemerintahan, bisnis, keuangan, perdagangan, jasa, pangkalan udara serta pelabuhan laut terbesar di Indonesia. Dengan penduduk 150 juta atau 54 persen dari penduduk Indonesia, dan 58 persen PDB ekonomi Indonesia ada di Pulau Jawa.