Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Sabtu, 25 Mei 2019 | 11:42 WIB

Gesits Jual 1.200 Unit Motor, AHM Pertanyakan Data

Team VIVA »
Anisa Widiarini
Septian Farhan Nurhuda
Foto :
  • Istimewa
Sepeda motor listrik Gesits

VIVA – Di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 lalu, PT Gesits Technologies Indo (GTI) mencatat angka penjualan cukup tinggi. Selama acara itu berlangsung, mereka telah menerima sekurangnya 1.200 pemesanan.

Menurut CEO PT GTI, Harun Sjech, konsumen bukan hanya berasal dari perseorangan, melainkan ada beberapa perusahaan yang membelinya borongan, alias dalam jumlah yang tidak sedikit. Pencapaian tersebut membuat beberapa kalangan merasa, bahwa motor bertenaga seterum itu mulai diminati pasar nasional.

Baca Juga

Namun, rupanya data yang diumumkan PT GTI itu belum sepenuhnya diterima PT Astra Honda Motor (AHM), yang belakangan juga sedang melakukan studi terkait penjualan motor listrik.

“Begini, itu 1.200 unit udah ada datanya belum, soal siapa saja yang membelinya? Ya mengenai angka sih, kami belum bisa konfimasi ya,” ujar Direktur Pemasaran PT AHM, Thomas Wijaya di gedung Sahid Sudirman Center, Jakarta Pusat.

Terpopuler

Meski Thomas mempertanyakan angka penjualan Gesits, namun bukan berarti dirinya menolak percaya. Sebab, data penjualan produk merupakan tanggung jawab perusahaan. Soal pengumuman angka, kata dia, biar menjadi urusan pihak terkait.

“Ya biarlah, kan mereka punya data soal customer, jadi ya silakan aja sih (membuat keterangan soal angka penjualan),” terangnya.

Seperti halnya Gesits, sebenarnya Honda sudah memiliki motor bertenaga listrik, yaitu PCX Electric. Tetapi hingga saat ini belum mau menjualnya ke konsumen perseorangan, dan lebih memilih jalan sewa business to business (B to B).

Ditanya soal kapan kepastian skuter listrik itu siap dipasarkan, mereka mengaku belum membuat keputusan. Sejauh ini, mereka masih menunggu beberapa hal terkait aturan pemerintah, serta budaya berkendara masyarakat Indonesia.

“Pertama, kami masih menunggu regulasi dari pemerintah, setelah itu melihat kebiasaan konsumen terkait motor listrik itu seperti apa,” tambahnya.

“Datanya juga kan belum (selesai), seperti penggunaan motor di jalan, swap battery-nya seperti apa, semua itu masih kami pelajari dengan PCX elektrik tersebut.” (mus)

Topik Terkait
Saksikan Juga
Kisruh AMPG, Massa Berupaya Gembok Kantor DPP Golkar
TVONE NEWS - 1 jam lalu