Film Midsommar Batal Tayang di Indonesia, Gara-gara Tak Lulus Sensor?

Film Midsommar batal tayang di Indonesia sesuai jadwal dan belum diketahui apa alasannya.
Sumber :
  • Rotten Tomatoes

VIVA – Penggemar film horor di Indonesia tampaknya harus menelan kekecewaan besar lantaran belum bisa menyaksikan Midsommar sesuai jadwal tayang yang direncanakan sebelumnya.

Melalui akun Twitter resminya, Feat Pictures telah mengumumkan bahwa film horor yang disebut-sebut paling seram tahun 2019 itu, tidak jadi tayang di Indonesia pada 21 Agustus 2019 mendatang. Tak disebutkan alasan di balik hal tersebut.

Pihak Feat Pictures juga tidak bisa memberi tanggal pasti penayangan Midsommar lantaran diundur sampai waktu yang tidak bisa ditentukan.

Mohon maaf, karena satu & lain hal, penayangan Midsommar tgl 21 Agustus terpaksa kami batalkan & diundur ke waktu yang belum bisa kami tentukan,” tulis akun Twitter Feat Pictures.

Sinopsis

Diketahui bahwa film Midsommar mengambil lokasi syuting di Budapest, Hungaria. Film satu ini mengisahkan tentang sekelompok anak muda yang sedang berlibur ke Swedia untuk melupakan pengalaman menyedihkan yang baru saja dialami salah satu dari mereka.

Mereka pun memutuskan untuk mengunjungi sebuah festival musim panas di sebuah desa terpencil, yang hanya diselenggarakan setiap 90 tahun sekali. Liburan menyenangkan seketika berubah menjadi kompetisi absurd di tangan seorang pemuja berhala.

Midsommar juga dibintangi oleh Jack Reynor, William Jackson Harper, Vihelm Blomgern dan Will Poulter.

Penuh adegan mengganggu

Sebelumnya film ini juga telah ramai disebut terancam gagal tayang di Indonesia. Hal ini lantaran warganet memprediksi banyak adegan Midsommar yang belum tentu lulus sensor.

Dilansir dari laman Rotten Tomatoes, Sabtu, 17 Agustus 2019, film berdurasi 140 menit ini memiliki rating R untuk kekerasan ritualistik dan gambar mengerikan, konten seksual yang kuat, gambar vulgar, penggunaan narkoba dan bahasa yang kasar yang mungkin mengganggu.

Besutan sutradara Hereditary

Midsommar merupakan film arahan sutradara terkenal Ari Aster, yang sebelumnya sukses menggarap film horor Hereditary di tahun 2018 lalu. Ari Aster banyak menerima pujian dari penonton dan kritikus lewat film tersebut.

Hereditary dianggap telah menggeser tren film bergenre horor karena merupakan film horor tanpa adegan mencekam dan hantu yang seram.

Meski juga mendapatkan rating R, namun nyatanya Hereditary tetap tayang di bioskop Indonesia.

Ulasan positif

Sayang sekali jika Midsommar akhirnya benar-benar gagal tayang di Indonesia. Banyak ulasan positif yang dilayangkan untuk film ini sejak tayang perdana di Amerika serikat pada 3 Juli 2019 lalu. Penyutradaraan Aster dan akting salah satu pemainnya, Flores Pugh lah yang banyak dipuji penonton.

Rata-rata warganet kaget karena film ini sukses membuat penonton trauma akan kehororannya, meski film ini ditayangkan tidak seperti film horor pada umumnya.

Adegan-adegan gelap di malam hari sangat sedikit ditampilkan di film Midsommar. Justru banyak adegan menyeramkan yang dihadirkan di latar waktu di siang hari yang terang dan di hamparan kebun bunga yang indah.