Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Selasa, 18 Juni 2019 | 10:34 WIB

Kevin/Marcus Waspadalah, Pebulutangkis Korea Mulai Berbahaya

Team VIVA »
Bayu Adi Wicaksono
Foto :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon.

VIVA – Kevin Sanjaya Sukmauljo/Marcus Fernaldi Gideon dan teman-teman, harus benar-benar mewaspadai kebangkitan bulutangkis Korea Selatan.

Jika tidak waspada, bukan tak mungkin Indonesia bakal kehilangan tahta ranking 1 ganda putra dunia yang selama lebih dari 100 pekan dikuasai Kevin/Marcus.

Baca Juga

Tanda kebangkitan ganda putra negeri ginseng sudah terang-terangan terlihat di turnamen BWF Super 300, Australian Open 2019. Ketika mantan juara dunia 2014 Ko Sung Hyun/Shin Baek Chol menjuarai turnamen itu.

Dalam merebut tahta tertinggi turnamen di negeri kangguru itu, Ko/Shin tampil benar-benar ganas. Bagaimana tidak, di usia yang tak muda lagi, mereka mampu membantai 5 raksasa bulutangkis dunia.

Terpopuler

Korban pertama Ko/Shin di Australian Open 2019 ialah pemegang gelar raja ganda putra Asia, peraih medali emas Badminton Asia Championships 2019, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

Duo Jepang pemegang ranking 5 dunia itu secara mengejutkan dikalahkan melalui rubbergame dengan poin telak 21-14, 11-21 dan 21-17.

Lalu, di babak 16, giliran sang juara bertahan Australian Open 2018, Berry Angriawan/Hardianto yang tersungkur di tangan mereka. Bahkan, ranking 26 dunia itu cuma diberi waktu selama dua gim saja dengan poin 21-18 dan 21-19.

Dan yang paling mengejutkan ialah di perempatfinal Ko/Shin mengalahkan juara All England Open 2019, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Juara dunia dua kali itu dibuat tak berdaya dikalahkan cuma dalam waktu 31 menit saja dengan poin kembar, 21-15 dan 12-15.

Selanjutnya yang tak kalah membuat gempar adalah, di semifinal mereka menumbangkan juara dunia 2018, Li Junhui/Li Yuchen. Dengan usai yang tak muda lagi, diketahui Ko kini berusia 32 tahun dan Shin 29 tahun.

Mereka dengan gagah berani mempecundangi ranking 3 dunia asal China itu tanpa ampun melalui rubbergame dengan poin 21-11, 14-21 dan 21-17.

Di partai puncak, Ko/Shin dengan mudah menghancurkan ranking 2 dunia, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Dengan modal ranking 34 dunia, Ko/Shin mempecundangi duo Jepang itu cuma dalam gim saja.

Pemuda garang

Tak cuma Ko/Shin, di Australian Open 2019 ada ganda putra Korea Selatan lainnya yang juga tampil garang, mereka adalah Choi SolGyu/Seo Seung Jae.

Meski saat itu cuma bercokol di ranking 43 dunia. Tapi, pebulutangkis muda berhasil lolos ke semifinal setelah mengalahkan ganda-ganda putra yang memiliki ranking lebih baik darinya.

Yang pertama merasakan ganasnya Choi/Seo ialah juara Swiss Open 2019, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Dalam waktu satu jam, ranking 6 dunia itu dilumat melalui rubbergame.

Lalu, giliran Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso yang dihajar Choi/Seo. Dan di perempatfinal giliran juara French Open 2018, Han Chengkai/Zhou Haodong yang jadi korban. Duo China ranking 7 dunia itu dibabat tanpa ampun.

Raksasa tua

Selain Ko/Shin dan Choi/Seo, Korea Selatan juga baru saja membangkitkan lagi raksasa tua ganda putra mereka.

Mereka adalah duet Lee Yong Dae dan Yoo Yeon Seong. Pemegang gelar raja bulutangkis Asia pemegang 2 medali emas Badminton Asia Championships.

Munculnya lagi Lee/Yoo di kancah bulutangkis dunia usai menyatakan diri pensiun beberapa tahun lalu tentu harus benar-benar diwaspadai para ganda putra dunia.

Dalam catatan BWF, Lee/Yoo sejak 2013 telah merebut 16 gelar juara di turnamen BWF Superseries.  Dan sebelum Kevin/Marcus mencicipi nikmatnya menduduki kursi singgasana ranking 1 dunia, mereka telah lebih dahulu merasakannya.

Mereka pernah menguasai ranking 1 ganda putra bulutangkis dunia selama 2 tahun yaitu mulai dari 14 Agustus 2014 hingga 3 November 2016.

Jika melihat fakta di atas, maka cuma Kevin/Marcus satu-satunya raja ganda putra dunia yang belum menjadi tumbal keganasan para ganda Korea.

Yang perlu diingat, cobaan terberat para pebulutangkis dunia sebenarnya baru hadir di 6 bulan ke depan. Sebab, banyak sekali turnamen besar yang akan diselenggarakan termasuk Kejuaraan Dunia. Tak cuma itu, Olimpiade Tokyo 2020 juga sudah di depan mata.

Baca: Tragis, Kanker Langka Hancurkan Kejayaan Raja Bulutangkis Asia

Topik Terkait
Saksikan Juga
Merinding! Sejarah Bulutangkis Junior Indonesia di Rusia
SPORT - 8 hari lalu