PBSI Akui Tunggal Putri Sulit Adaptasi Program Latihan Rionny Mainaky

Tunggal putri Indonesia, Ruselli Hartawan dan Fitriani
Sumber :
  • PP PBSI

VIVA – Tantangan besar terus membayangi kiprah skuat tunggal putri Pelatnas PBSI selama ini. Tertinggalnya secara pencapaian prestasi serta mandeknya aspek regenerasi selalu jadi pekerjaan rumah yang tidak mudah armada srikandi Cipayung.

Meski telah memboyong pulang sosok sekaliber Rionny Mainaky untuk menempati pos Kepala Pelatih tunggal putri pelatnas PBSI, namun progres penampilan Fitriani cs masih belum terlihat signifikan.

Beberapa faktor memang kini mesti dihadapi Rionny Mainaky yang dituntut untuk mampu mengangkat performa skuat tunggal putri baik secara peringkat dunia, maupun raihan gelar juara.

Menanggapi ekspektasi tinggi seperti itu, armada tunggal putri diyakini masih terus berupaya keras melakukan adaptasi program latihan dengan para atlet.

"Saat ini belum berjalan smooth, ada yang bagus, ada yang kurang. Yang bagus kita ambil, yang kurang, kita mix dan sesuaikan dengan program sebelumnya yang memang bisa masuk ke atletnya," ungkap Susy Susanti selaku Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI dalan rilis resminya.

"Memang masih adaptasi, mungkin sebelumnya programnya belum pas, misalnya dengan program lama, Fitriani bisa juara di turnamen BWF World Tour Super 300, ya mungkin bisa dikombinasikan programnya," tambahnya.

Saat ini pelatnas utama tunggal putri diisi oleh enam pemain, diantaranya Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, Ruselli Hartawan, Aurum Oktavia Winata, Choirunnisa dan Bening Sri Rahayu.

Sementara di pelatnas pratama ada tiga pemain yaitu Putri Kusuma Wardhani, Staphanie Widjaja dan Yasnita Enggira Setyawan.