Partai Kami Lebih Advance dari Cambridge Analytica – VIVA

viva.co.id

Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva

viva.co.id

Senin, 14 Mei 2018 | 06:07 WIB

Partai Kami Lebih Advance dari Cambridge Analytica

img_title
Photo :
  • VIVA/Dhana Kencana

Ketua Partai Garuda, Ahmad Ridha Sabana

VIVA –  Nama Partai Garuda, tak pernah terdengar oleh publik. Namun, ketika Komisi Pemilihan Umum menyampaikan pengumuman, nama partai ini langsung membuat publik menoleh. 

Kehadiran partai ini, lalu dikaitkan dengan Cendana dan Partai Gerindra. Sebab, Ahmad Ridha Sabana, ketua umum Partai Garuda adalah adik kandung Ahmad Riza Patria, salah seorang politisi senior Partai Gerindra.

Kaitan dengan keluarga Cendana, adalah karena Ahmad Ridha Sabhana pernah menjadi Direktur Utama di Televisi Pendidikan Indonesia (TPI).

Berhasil menarik perhatian publik, membuat Ketum Partai Garuda begitu percaya diri partainya akan berhasil mencuri kursi di Parlemen. Sebab, ia mengakui, menguasai teknologi dan informasi (IT).

Bahkan, ia dengan yakin mengatakan, tim IT Partai Garuda lebih advance dibanding tim IT "Cambridge Analytica" yang namanya mencuat, karena menggunakan data pengguna Facebook untuk memenangkan Trump dalam Pilpres AS.

"Saya ingin mengubah Indonesia menjadi lebih baik. Dan itu hanya mungkin dilakukan melalui partai politik," ujarnya saat berbincang dengan VIVA pada pekan lalu.

Ia mengakui, menjalankan partai ini dengan banyak strategi khusus yang tak digunakan partai lain. Dengan itu, dia yakin akan berhasil meraih simpati generasi milenial dan mencuri kemenangan dalam kontestasi politik di hajatan besar yang akan segera digelar di negeri ini.

Apa saja strategi khusus yang akan dimainkan oleh Partai Garuda? Berikut, petikan lengkap wawancara VIVA dengan Ahmad Ridha Sabana, yang ditengah kesibukannya melakukan konsolidasi partai ke seluruh Indonesia, namun masih menyempatkan waktu untuk ngopi, makan siang, atau janjian di mal bersama anak dan istrinya. Selamat membaca.

Lolosnya Partai Garuda dalam verifikasi KPU mengagetkan publik. Apa saja yang sudah Anda lakukan, sehingga lolos verifikasi?

Pertama, harusnya masyarakat tidak perlu kaget, karena Partai Garuda melewati tahapan demi tahapan verifikasi sesuai dengan mekanisme yang ada. KPU adalah sebuah lembaga independent dan yang mempunyai kewenangan menetapkan siapa saja yang bisa menjadi peserta pemilu. Tentu, mereka sudah melakukan proses verifikasi dengan baik. Ada tiga tahapan verifikasi,  pertama itu pendaftaran, kedua verifikasi administrasi, dan ketiga verifikasi faktual. Semua tahapan itu kita lalui dengan baik.

Maksudnya baik seperti apa?

Saya katakan, kita lalui dengan baik. Pertama, saya akui, ketika melakukan pendaftaran administrasi, kami itu paling confident, dan paling rapi di antara partai baru lainnya. Sebab, kami itu IT Base. Kedua, pada saat verifikasi administrasi, kami itu 'firm' seluruh indonesia, semua data tersentral di DPP. Sehingga, DPD dan DPC tinggal membawa data, apa yang sudah kami persiapkan. Dan ketiga, pada saat verifikasi faktual kami pun demikian.

Anda sengaja memilih senyap?

Mungkin, karena kami tidak terpublikasi pada saat pembentukan partai. Kami memang tidak ingin terpublikasi  dengan media pada awal pembentukan, karena kami bukan tokoh besar, bukan yang punya media juga. Jadi, kami tidak punya kemampuan untuk mempublikasikan diri. Satu-satunya corong kami dalam mempublikasikan diri pada saat itu, ya pada saat mendaftarkan diri ke KPU. Kemudian, KPU mengumumkan bahwa kami partai baru yang lolos verifikasi, sehingga masyarakat seluruh indonesia menyaksikan melalui media. Itu saja publikasi kami.

Bagaimana dengan KPU?

Kalau KPU sebenarnya tidak kaget, mereka melakukan verifikasi dengan baik. Buktinya, adalah secara kepengurusan syaratnya kan harus memenuhi 100 persen tingkat provinsi, 75 persen di Kabupaten/Kota, dan 50 persen di tingkat kecamatan. Dan, kita  juara satu diantara empat partai baru yang lain. Jangan salah lho, kita itu juara satu. Mengapa bisa demikian? Cakupan kami di kepengurusan rata-rata di atas 95 persen. Bahkan, di beberapa daerah, lebih 50 persen. Untuk provinsi, 100 persen terbentuk kepengurusannya. Kalau sudah seperti itu, berarti kami benar-benar ada, dan itu bisa dikroscek di KPU. Faktanya memang seperti itu.

Saya ambil contoh paling ekstrem di Papua, Papua Barat, NTT, Maluku Utara. Itu kan daerah sulit untuk pembentukan (kepengurusan). Masalah utamanya adalah geografis. Tetapi, kami bisa selesaikan itu 100 persen. Kenapa bisa demikian, karena kami benar-benar fokus bekerja. Ikhtiar betul kami dengan ini. Bahkan, pernah juga di-publish oleh salah satu media mainstream, bahwa secara keanggotaan kita itu nomer dua di antara 15 partai yang ada. Nah, ini adalah angka-angka statistik yang apa adanya. Dan, itu bukan kami yang mem-publish, tapi itu sumbernya dari KPU.

Ketua Partai Garuda, Ahmad Ridha Sabana

Berapa jumlah anggota Partai Garuda yang tercatat di DPP?

Kalau yang tercatat itu totalnya 697 ribu anggota seluruh indonesia. Sementara itu, partai-partai lain itu kan sekitar 400 ribuan rata-rata. Itu angka yang tercatat ketika verifikasi KPU. Dan, sekarang saat mungkin bertambah, karena kita adalah partai baru yang sangat paham dengan teknologi. Kita ini jauh-jauh hari mempersiapkan, mulai dari pendaftaran. Kita gunakan sebuah sistem yang sedemikian rupa, sehingga kita bisa mengumpulkan masyarakat. Kalau kemarin sempat ada kasus di Pilpres AS soal Cambridge Analitica, itu contoh pemanfaatan yang salah. Nah, kita itu bisa jauh lebih advance dari itu. Itu sebabnya kita bisa menjangkau masyarakat.

Kapan Partai Garuda didirikan?

3 April 2018 itu persisnya kami tiga tahun, sejak kami melakukan kongres pertama. Tanggal 16 April 2015, kami ditetapkan sebagai partai politik oleh Kemenkumham.

Berikutnya, mengapa Anda mendirikan partai>>>

Muat Lainnya...