Data Supply dan Demand Tak Singkron Hambat Produksi Baja Nasional

Data Supply dan Demand Tak Singkron Hambat Produksi Baja Nasional

Selasa, 3 September 2019 | 16:45 WIB
Akhirnya, impor baja pun dilakukan perusahaan konstruksi.
Ilustrasi industri baja.
Photo :
  • ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Ilustrasi industri baja.

VIVA – Ketua Umum Indonesian Society of Steel Construction, Ken Pangestu mengaku bahwa ketiadaan data dan informasi mengenai jumlah pasokan material konstruksi guna memenuhi kebutuhan nasional, menyebabkan kerap tidak singkronnya pasokan dan permintaan di industri tersebut.

Menurutnya, hal itulah yang menyebabkan tidak adanya titik temu, mengenai berapa jumlah kebutuhan dan pasokan material konstruksi yang tersedia. Sehingga, praktik impor masih kerap terjadi dan menyebabkan rendahnya tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada sejumlah proyek konstruksi.

"Dampaknya cukup terasa. Jadi kita di industri sendiri cukup sadar perlunya pertukaran data dan informasi yang sangat penting semacam itu, untuk menghadapi revolusi industri 4.0 ini," kata Ken saat ditemui di Kementerian PUPR, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa 3 September 2019.

Karenanya, Ken mengatakan bahwa pihaknya dan para asosiasi serta stakeholder lain yang terkait dengan problematika ini, sangat mendukung program penguatan rantai pasok di industri material konstruksi yang digagas Kementerian PUPR.

Mengenai berapa kapasitas produksi baja nasional saat ini, Ken menjelaskan bahwa angkanya baru mencapai sekitar 16 juta ton per tahun. Total produksi baja nasional secara tahunan itu sebenarnya juga masih bisa dimaksimalkan. 

Berita Terkait :
Saksikan Juga
Artikel Terpopuler