Mahathir Sepakat Ada Mata Uang Khusus Negara-negara Islam
Jumat, 20 Desember 2019 | 13:40 WIB

Mahathir Sepakat Ada Mata Uang Khusus Negara-negara Islam

Menurut Mahathir, seharusnya jangan terlalu bergantung pada dolar AS.
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali
Photo :
  • ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Fikri Yusuf

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali

VIVA – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyambut baik usulan untuk menggunakan sebuah criptocurrency ‘mata uang kripto’ terpadu bagi negara-negara Muslim. Mahathir mengaku telah menyarankan gagasan tentang mata uang terpadu sejak lama namun tidak bisa diterapkan karena sanksi oleh negara kekuatan super.

"Kita tidak bisa selalu menggunakan dolar Amerika Serikat, karena penggunaannya akan membuat kita terlalu bergantung pada AS, yang dapat memaksakan sanksi terhadap kita dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kita," kata Mahathir kepada wartawan usai Konferensi Tingkat Tinggi Kuala Lumpur.

"Ini adalah pertama kalinya kita mendengar gagasan ini (penggunaan kriptocurrency) yang berasal dari Iran dan Turki. Jika kita tidak memiliki dolar AS, kita dapat menggunakan mata uang kita sendiri atau kita dapat menciptakan mata uang bersama," ujarnya, dilansir The Star, Jumat 20 Desember 2019.

Mahathir tidak menyebutkan nama negara kekuatan super tersebut namun mengatakan bahwa idenya untuk memperkenalkan mata uang seperti itu telah beberapa kali digagalkan.

Artikel Terpopuler