Agung Podomoro soal Fintech Ilegal
Jumat, 10 Januari 2020 | 09:50 WIB

Agung Podomoro soal Fintech Ilegal

Hal itu, untuk menjawab surat edaran dari OJK mengenai Fintech ilegal.
Mall Central Park, Jakarta
Photo :

Mall Central Park, Jakarta

VIVA – PT Agung Podomoro Land Tbk, perseroan berkode saham APLN menegaskan bahwa mal dan Apartemen Central Park, bukan merupakan tempat kegiatan perusahaan Fintech Peer to Peer Lending atau FP2PL ilegal.

Hal itu, untuk menjawab maraknya pemberitaan yang menyebutkan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan surat larangan kepada para perusahaan FP2PL berizin dan terdaftar untuk berkantor di daerah-daerah tertentu, di antaranya Central Park (Jakarta Barat) dan Pluit (Jakarta Utara).

Sekretaris Perusahaan APLN, Justini, seperti dikutip dari keterangannya, Jumat 10 Januari 2020, menyatakan bahwa Central Park, merupakan nama/merek untuk mal dan apartemen yang dikembangkan oleh APLN, berlokasi di kawasan Podomoro City, Jl. S. Parman Kav. 28, Jakarta Barat.

Ia menegaskan, sebagai perusahaan terbuka, APLN selalu menaati seluruh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dan melakukan prinsip kehati-hatian, termasuk dalam memilih tenant-tenant yang melakukan kegiatan usaha di Mall Central Park.

Artikel Terpopuler