Omnibus Law Hapus Izin Amdal Usaha Tambang, kecuali Risiko Tinggi

Omnibus Law Hapus Izin Amdal Usaha Tambang, kecuali Risiko Tinggi

Sabtu, 25 Januari 2020 | 00:30 WIB
Ini dilakukan untuk penyederhanaan perizinan.
Foto udara lokasi tambang Galian C di Rowosari, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 8 Januari 2019.
Photo :
  • ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Foto udara lokasi tambang Galian C di Rowosari, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 8 Januari 2019.

VIVA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membenarkan bahwa izin lingkungan dan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) pada rancangan undang undang Omnibus Law dihapus, demi menyederhanakan proses perizinan.

Sekretaris Jenderal Kementerian LHK, Bambang Hendroyono menjelaskan, izin amdal itu hanya digunakan untuk aktivitas dengan risiko tinggi, sedangkan yang berisiko menengah dan kecil tidak perlu menggunakannya.

"Namanya sekarang perizinan berusaha. Amdal diberikan kepada yang berisiko tinggi. Tidak perlu ada lagi izin lingkungan," kata Bambang di kantor Kemenko Perekonomian, kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat 24 Januari 2020.

"Tapi pada prinsip-prinsipnya hal itu (keselamatan lingkungan) dipedomani. Kalau soal teknis nanti dilihat kriterianya," ujarnya.

Sementara itu, untuk yang berisiko menengah dan kecil, Bambang mengatakan hanya menggunakan standar yang nantinya dikeluarkan oleh Kementerian LHK, sehingga proses administrasinya cukup dengan mengisi formulir yang berisi kriteria tertentu.

"Cukup isi formulir saja yang kriteria sedang. Kan nantinya ada scoring, ada klasifikasi yang jelas. Sebenarnya di online single submission (OSS) juga sudah ada," ujarnya.

Berita Terkait :
Saksikan Juga
Artikel Terpopuler