Aset Kripto Diproyeksi Bakal Kinclong Tahun Ini

Aset Kripto Diproyeksi Bakal Kinclong Tahun Ini

Minggu, 26 Januari 2020 | 10:13 WIB
Ada beberapa hal yang mendorong kinerja positif cryptocurrency
Uang kripto, Bitcoin.
Photo :
  • U-Report

Uang kripto, Bitcoin.

VIVA – Gejolak perekonomian global yang dipredkisi masih akan terjadi pekan ini membuat aset kripto akan kinclong pada tahun ini. Tanda-tanda peningkatan performanya pun sudah terlihat sejak 2019. 

Sinyal penguatan aset kripto itu tercermin dari nilai Bitcoin yang terus meningkat saat ini. Yansen Dinata, selaku Direktur Narfex (One stop platform aset digital) mengatakan, aset kripto bersinar saat pasar ekuitas telah menghadapi tekanan yang signifikan karena kekacauan politik di Inggris seputar Brexit, dan ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Investasi emas juga kian terasa berat, sejak 2013 harga emas mengalami kenaikan yang lambat. Bahkan dalam rentang 5 tahun, emas hanya naik sekitar 20 persen.

Pada saat yang bersamaan lanjutnya, Bitcoin telah mengalami kenaikan meteorik sepanjang paruh pertama 2019. Naik tajam dari level kurang dari $3.000, ke level tertinggi mencapai $13.800. 

Menurut PlanB-Market Analyst terkemuka, Federal Reserve (Bank Central) tidak akan dapat menolak Bitcoin sebagai aset safe-haven, karena di tengah resesi global, korelasinya negatif dengan pasar ekonomi makro.

Menurut Yansen, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai berinvestasi aset digital seperti Bitcoin. Nilai Bitcoin diprediksi akan semakin meningkat sepanjang 2020.

"Dengan kejadian-kejadian tersebut dan ketidakpastian global yang terus berjalan, orang-orang mulai menyadari bahwa Bitcoin memang aset yang aman," ujar Yansen dikutip dari keterangannya, Minggu 16 Januari 2020.

Menurutnya, ke depannya investor perlahan banyak yang mulai memindahkan asetnya ke Bitcoin. Sementara itu di satu sisi, terbatasnya pasokan Bitcoin serta akan terjadi halving yang akan mengurangi block reward dari 12,5 menjadi 6,25 BTC. 

"Demand yang tinggi serta Supply terbatas inilah yang akan menjadi salah satu alasan harga Bitcoin akan semakin melonjak," tegasnya. 

Momentum ini pun dimanfaatkan Narfex dengan rencana peluncuran exchange aset digital dalam waktu dekat ini serta meng-upgrade fitur-fitur pada platformnya. Narfex mengklaim platformnya memiliki teknologi berstandar internasional. 

Sejak awal berdirinya pada 2017, Narfex telah menawarkan produk investasi yang didukung oleh teknologi robot, yang memungkinkan pengguna mendapatkan profit hingga 110 persen per tahun. Pengguna hanya perlu menginvestasikan aset digitalnya pada jumlah dan waktu tertentu. 

Robot Narfex secara otomatis akan melakukan trading selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu dengan strategi profitabilitas Hybrid trading. Strategi tersebut menggunakan algoritma yang dirancang oleh tim Narfex dan telah dipatenkan pada Januari 2019 lalu.

"Seperti pesan Presiden Jokowi bahwa milennial harus paham Bitcoin, maka kami juga akan ambil bagian dalam mengedukasi bukan hanya untuk milennial tapi juga seluruh masyarakat Indonesia mengenai Bitcoin dan aset digital lainnya serta teknologi blockchain ke depannya" ujar Yansen

Selain itu Yansen mengatakan dirinya juga sangat mengapresiasi komitmen Pemerintah di era Presiden Joko Widodo ini dalam menyikapi perkembangan teknologi blockchain. Hal tersebut yang telah diwujudkan dengan merumuskan regulasi pasar kripto dan melegalkan aset kripto seperti Bitcoin di Indonesia untuk dapat diperdagangkan sebagai komoditi di bawah pengawasan Bappebti.

Saat ini menurutnya, sudah ada lebih dari 4.000 pengguna terdaftar pada platform tersebut. Yansen optimistis pertumbuhan pengguna seiring dengan antusiasme yang meningkat terhadap aset digital serta kerja sama yang dilakukan dengan komunitas-komunitas blockchain di Indonesia.

Berita Terkait :
Saksikan Juga
Artikel Terpopuler