Pinjaman Online Ilegal Makan Korban, Satgas Investasi: Ini Pelajaran
Kamis, 14 Februari 2019 | 06:41 WIB

Pinjaman Online Ilegal Makan Korban, Satgas Investasi: Ini Pelajaran

Maysarakat diimbau jangan pinjam di fintech abal-abal.
Ilustrasi fintech.
Photo :
  • Fintech News Switzerland/Pixabay

Ilustrasi fintech.

VIVA – Penagihan yang dilakukan layanan pinjaman online secara digital atau fintech peer to peer landing diketahui memakan korban. Seorang Sopir taksi berinisial Z ditemukan tewas gantung diri di kamar indekos di Jakarta pada Senin, 11 Februari 2019.

Menanggapi itu, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan, Tongam L. Tobing mengaku akan mengusut tuntas kasus tersebut bersama dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Namun dipastikannya, kasus tersebut disebabkan oleh fintech ilegal yang melakukan penagihan tidak sesuai dengan ketentuan asosiasi.

"Jadi kami menduga kegiatan-kegiatan fintech ilegal yang membuat tekanan yang sangat tinggi bagi saudara kita ini. Jadi kami prihatin dan sangat tidak mentolerir kegiatan-kegiatan penagihan yang telah mengakibatkan korban," tegas dia di kantornya, Jakarta, Rabu 13 November 2019.