Defisit Migas Turun pada Januari, Menko Darmin Klaim karena B20
Jumat, 15 Februari 2019 | 17:47 WIB

Defisit Migas Turun pada Januari, Menko Darmin Klaim karena B20

Kebijakan ini akan diteruskan, khususnya yang jangka pendek.
BBM Solar B20.
Photo :
  • Arrijal Rachman/VIVA.co.id.

BBM Solar B20.

VIVA – Pemerintah menegaskan, defisit neraca perdagangan Indonesia yang melebar mencapai US$1,16 miliar pada Januari 2019, dibanding posisi Januari 2018, yang sebesar US$760 juta, bukan menandakan bahwa kebijakan yang telah ditempuh seluruhnya gagal.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, itu karena defisit minyak dan gas bumi pada periode tersebut mampu turun dari yang sebesar US$935,6 juta menjadi US$454,8 juta. Meskipun, defisit non migas cenderung memburuk dari surplus US$179,6 juta menjadi defisit US$704,7.

"Ya, memang defisitnya Januari ini membesar dibanding Januari tahun lalu. Tapi kalau dipecah dua, menariknya defisit non migas memang naik Januari ke Januari, tetapi migas turun," kata Darmin, saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat 15 Februari 2019.