Murah atau Mahal Menyambung Tol Sumatera?

Murah atau Mahal Menyambung Tol Sumatera?

Rabu, 13 Maret 2019 | 12:55 WIB
Oleh :
Tol Jawa butuh Rp100 miliar per KM, sementara Sumatera Rp175 miliar.
Foto udara jalan tol Trans Sumatera sesi ruas Bakauheni-Terbanggi Besar yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Lampung
Photo :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Foto udara jalan tol Trans Sumatera sesi ruas Bakauheni-Terbanggi Besar yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Lampung

VIVA – Ada seorang kawan, yang mudik ke Padang. Sekitar 8 tahun lalu dia bercerita. Butuh satu setengah hari dari Bekasi ke kota kelahirannya. Pun dia masih harus menggunakan lampu rotator. Demi keamanan. Meski ini melanggar.

Cerita dulu, mungkin beda sekarang. Kini Tol Bakauheni ke Palembang tersambung. Hanya 5 jam, begitu klaimnya. Jika dari Jakarta ya mungkin sekitar 7 jam saja. Untuk ke Padang jika jarak dari Palembang 874 kilometer, mungkin butuh 11 jam lagi. Jakarta-Padang hanya 18 jam. Kawan saya, mungkin bisa menghemat waktu 18 jam.

Menyambung Tol Trans Sumatera memang menjadi program utama pemerintahan Jokowi, meski perencanaanya sudah ada sejak SBY menjadi presiden. Tol yang memiliki panjang 2.765 kilometer ini diperkirakan menghabiskan investasi Rp476 triliun. Artinya per kilometernya butuh Rp175 miliar. Jika dibandingkan Pulau Jawa yang hanya Rp90-Rp100 miliar per kilometernya pasti dianggap kemahalan. Terlebih lagi akuisisi lahan di Sumatera tentunya lebih murah dibandingkan Jawa.

Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kemenkeu, Brahmantio Isdijosokomit mengakui biaya tol Sumatera lebih mahal. "Ya memang lebih mahal karena banyak faktor geografisnya," katanya dalam sebuah diskusi dengan Pemimpin Redaksi di Medan beberapa waktu lalu. Diskusi yang dibuka Presiden Direktur PT HK Bintang Perbowo juga dihadiri Dekan Fakultas Ekomomi Universitas Indonesia Ari Kuncoro, Direktur Perumusan Kebijakan dan Evaluasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna, dan Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta.

Kata Bramantio, Rp476 triliun itu adalah angka keseluruhan investasi termasuk infrastruktur pendukung tol. "Mungkin angka untuk konstruksinya tidak sebesar itu," ujarnya.

Bintang menyebutkan, biaya Tol Trans Sumatera bisa di atas Rp 150 miliar hingga di atas Rp 200 miliar. "Sumatera lebih mahal karena banyak tanah rawa dan gunung," kata Bintang.