Persepsi Investor Positif, April 2019 Dana Asing Masuk Rp89,23 Triliun - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Jumat, 12 April 2019 | 15:26 WIB

Persepsi Investor Positif, April 2019 Dana Asing Masuk Rp89,23 Triliun

Masuk ke SBN Rp75,08 triliun dan ke pasar modal Rp15,96 triliun.
Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia, Mirza Adityaswara
Photo :
  • VIVA.co.id/ Fikri Halim

Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia, Mirza Adityaswara

VIVA – Bank Indonesia mencatat aliran modal asing yang masuk ke Indonesia dari awal tahun hingga April 2019 mencapai Rp89,23 triliun. Posisi tersebut jauh lebih tinggi dari catatan periode yang sama tahun sebelumnya, yang hanya sebesar Rp10,13 miliar.

Deputi Senior Gubernur BI, Mirza Adityaswara, menjelaskan aliran modal tersebut terdiri dari aliran modal yang masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp75,08 triliun sedangkan ke pasar modal Rp15,96 triliun.

Jika dibandingkan tahun lalu, kata dia, masuknya aliran modal asing cukup bagus, mengingat aliran modal yang masuk ke pasar saham tahun lalu negatif Rp24,92 triliun, sedangkan yang masuk ke pasar SBN hanya Rp34,51 triliun.

"Jadi persepsi investor terhadap Indonesia masih positif pada 2019," kata Mirza saat ditemui di kompleks perkantoran BI, Jakarta, Jumat 12 April 2019.

Di samping itu, lanjut dia, jika dilihat berdasarkan aliran modal asing yang masuk hanya di awal bulan ini, juga menunjukkan besaran yang positif. Aliran modal asing yang masuk ke pasar saham dikatakannya mencapai Rp3,86 triliun secara month to date, sedangkan ke pasar SBN sebesar Rp1,21 triliun.

"Jadi month to date, pasar sahamnya lebih bagus dari SBN tapi year to date pasar SBN masih jauh lebih bullish dibanding pasar saham," ungkap dia.

Menurut Mirza, aliran modal asing yang deras masuk tersebut tidak terlepas dari angka makroekonomi Indonesia pada saat ini yang sangat baik dan terjaga, mulai dari inflasi yang terkendali di bawah target 3,5 persen plus minus satu persen hingga defisit anggaran yang sangat rendah dan juga terkendali.

"Targetkan Kementerian Keuangan kan 1,8 persen 2019, jadi suatu defisit yang sangat prudent. Kemudian ya tren current account deficit juga membaik dibanding kuartal IV-2018," ungkap dia. (ren)

loading...
Muat Lainnya...