Enam Klinik Medis Kereta Api Dibuka, Pasien BPJS Bisa Dilayani - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Rabu, 24 April 2019 | 17:25 WIB

Enam Klinik Medis Kereta Api Dibuka, Pasien BPJS Bisa Dilayani

Jika dibutuhkan masyarakat, klinik ini akan menjadi rumah sakit.
Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro di Solo.
Photo :
  • VIVA.co.id/Fajar Sodiq

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro di Solo.

VIVA – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Edi Sukmoro meresmikan enam Klinik Medis Kereta Api atau Mediska yang dipusatkan di Solo. Klinik itu dibangun untuk memfasilitasi kesehatan bagi pegawai dan masyarakat umum.

Peresmian Klinik Mediska itu ditandai dengan penandatanganan enam prasasti oleh Dirut PT KAI, Edi Sukomoro. Klinik ini akan ada di berbagai daerah di Indonesia yang dipusatkan di Jalan Monginsisi Stabelan, Solo, Rabu 24 April 2019.

Menurut Edi, selain Klinik Mediska Solo, klinik milik PT KAI yang ikut diresmikan pada hari ini meliputi Sragen, Muara Enim, Jember, Probolinggo, Banyuwani dan Klinik Pratama Sidoarjo. Klinik tersebut akan ditangani oleh dokter-dokter dan tenaga medis handal yang dimiliki PT KAI.

"Sebenarnya, klinik seperti ini sudah ada cukup lama, tetapi di dalam Stasiun Solobalapan, sehingga masyarakat umum tidak tahu," kata dia di sela-sela peresmian Klinik Mediska Solo, Rabu 24 April 2019.

Klinik Mediska Solo ini sekarang dibangun di luar komplek Stasiun Solobalapan dan menempati bangunan dan lahan milik PT KAI. Mediska Solo itu memberikan pelayanan kesehatan di antaranya, klinik umum, klinik gigi, klinik ibu dan anak, klinik keluarga berencana dan pemeriksan laboratium sederhana.

"Kita punya pegawai 30 ribu, klinik itu dulu didedikasikan hanya untuk pegawai dan keluarga, tetapi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat umum. Klinik ini juga melayani BPJS. Ini membanggakan sekali," ujarnya.

Menurut Edi, dalam perkembangannya jika Klinik Mediska itu keberadaannya dibutuhkan oleh masyarakat, tidak menutup kemungkinan untuk membuka rumah sakit. Hanya saja, memang sejak awal klinik itu memang untuk memberikan pelayanan kepada penumpang.

"Manakala ini memang dibutuhkan oleh masyarakat, ya kalau diperlukan bukan cuma klinik, tetapi rumah sakit kalau perlu. Kita lihat dulu, apakah ini dibutuhkan," tuturnya. (asp)

loading...
Muat Lainnya...