Jurus Jitu Rizal Ramli Genjot Pendapatan Krakatau Steel

Jurus Jitu Rizal Ramli Genjot Pendapatan Krakatau Steel

Kamis, 4 Juli 2019 | 06:08 WIB
Saat ini, salah satu perusahaan BUMN itu mengalami kerugian.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli
Photo :
  • VIVA/Cahyo Edi

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli

VIVA - Ekonom senior, Rizal Ramli, mengkritisi naiknya impor baja dari China di saat salah satu perusahaan BUMN, yakni PT Krakatau Steel (KS), mengalami kerugian. Padahal, lanjut mantan anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu, selama pemerintahan Joko Widodo periode pertama belakangan ini, pemerintah fokus pada pembangunan infrastruktur.

Sejatinya, sambung Rizal Ramli, peningkatan pembangunan infrastruktur juga memberikan kontribusi pada peningkatan penjualan baja perusahaan plat merah.

“Infrastruktur digenjot 4,5 tahun terakhir. Harusnya penjualan dan keuntungan Krakatau Steel naik. Tapi, yang naik malah justru impor baja dari China, yang harganya dumping dan aturan impornya dipermudah oleh Menteri Perdagangan. Tidak aneh Krakatau Steel merugi," kata mantan Menko Ekuin era pemerintahan Adurrahman Wahid alias Gus Dur itu di Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019.

Rizal Ramli pun mengaku pernah memberikan usulan ke pemerintah Jokowi untuk berani melaksanakan kebijakan anti dumping dengan menerapkan bea masuk 25 persen terhadap baja dan turunannya pada tahun lalu. Jika kebijakan itu dilaksanakan, Rizal meyakini, Krakatau Steel akan untung lagi, karena produksi baja dalam negeri naik.