Harga Cabai Meroket, Budaya Konsumsi Sambal Olahan Perlu Ditingkatkan
Jumat, 12 Juli 2019 | 18:31 WIB

Harga Cabai Meroket, Budaya Konsumsi Sambal Olahan Perlu Ditingkatkan

Kekeringan ekstrem membuat pasokan cabai mulai berkurang.
Pedagang menyortir cabai merah.
Photo :
  • ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Pedagang menyortir cabai merah.

VIVA – Harga cabai merah kian meroket di pasar tradisional hingga menyentuh angka Rp56.380 per kilogram rata-rata secara nasional. Bahkan, kenaikan harga cabai tertinggi terjadi di Jakarta yang menyentuh Rp70.850 per kilogram. 

Tidak adanya pengaturan produksi penyuluhan untuk penciptaan bibit unggul dari pemerintah terkait penanaman cabai diindikasikan menjadi penyebab utamanya. Persoalan berulang inipun gagal diantisipasi negara.

Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Rusli Abdullah, mengatakan secara umum, harga cabai yang naik itu disebabkan kekeringan yang ekstrem. Hal ini membuat produksi dan suplai menjadi terbatas.

"Itu karena supply-nya (cabai) yang terbatas karena produksinya yang belum optimal,” kata Rusli dalam keterangannya dikutip, Jumat 12 Juli 2019.

Ia mengungkapkan, kurangnya pasokan ini juga banyak disebabkan kurang optimalnya penciptaan varietas unggulan dari Kementerian Pertanian yang tahan perubahan iklim. Padahal, bisa dengan berinovasi cara tanam.