Hadapi Kekeringan, PUPR Tak Berani Jamin Suplai Air Sawah Tadah Hujan
Jumat, 12 Juli 2019 | 19:14 WIB

Hadapi Kekeringan, PUPR Tak Berani Jamin Suplai Air Sawah Tadah Hujan

PUPR juga tak bisa jamin suplai air untuk sawah dari aliran sungai.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Hari Suprayogi.
Photo :
  • VIVA.co.id/Fikri Halim

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Hari Suprayogi.

VIVA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan sejumlah kesiapan atau evaluasi antisipasi dampak Kekeringan di Indonesia. Kekeringan di Indonesia diperkirakan masih akan terjadi dengan titik terendah curah hujan pada Agustus 2019.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Hari Suprayogi mengatakan, wilayah yang relatif kering pada 2019 dibanding 2018 itu adalah Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan dan sebagian Sumatera. Untuk mengantisipasi itu, PUPR memiliki sebanyak 16 waduk utama, dan 75 waduk lainnya. 

Untuk 16 waduk tersebut, dia mengatakan, masyarakat setempat tak perlu khawatir khususnya di daerah irigasi premium. Jika kemarau, lanjut dia, petani harus mau diatur oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) agar menanam padi sesuai dengan suplai air.