Kadin: Impor Baja Non SNI Berpotensi Matikan Industri Lokal
Rabu, 24 Juli 2019 | 12:00 WIB

Kadin: Impor Baja Non SNI Berpotensi Matikan Industri Lokal

Harus ada penindakan yang adil dilakukan oleh pemerintah.
Pekerja mengawasi proses produksi lempengan baja panas di pabrik pembuatan hot rolled coil (HRC) PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Cilegon, Banten, 7 Februari 2019./Ilustrasi
Photo :
  • ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Pekerja mengawasi proses produksi lempengan baja panas di pabrik pembuatan hot rolled coil (HRC) PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Cilegon, Banten, 7 Februari 2019./Ilustrasi

VIVA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendesak ada upaya khusus dari pemerintah maupun penegak hukum untuk lebih memperketat masuknya baja impor non Standar Nasional Indonesia (SNI). Impor baja ini dikhawatirkan membuat kelangsungan industri baja dalam negeri terancam.

Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin, Johnny Darmawan mengatakan, persoalan ini sebetulnya masuk dalam kasus penegakan hukum yang perlu ditelusuri. Khususnya, banyak permainan pada spesifikasi baja hingga kode impor HS yang dilakukan oleh 'pemain'.

"Misalnya HS dilapis plastik itu beda dan dengan harga yang lebih murah sehingga dia masuk. Harusnya fair treatment, impor silahkan, tapi harus SNI," kata Johnny dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Pemberantasan Peredaran Produk Baja Non SNI”, di Menara Kadin Jakarta, Rabu 24 Juli 2019.