Sistem Syariah Dinilai Jadi Idola Baru Perekonomian Global
Sabtu, 27 Juli 2019 | 13:42 WIB

Sistem Syariah Dinilai Jadi Idola Baru Perekonomian Global

Peningkatan SDM akan terus digenjot.
Said Aqil Siradj.
Photo :
  • Zahrul Darmawan/VIVA.co.id

Said Aqil Siradj.

VIVA – Sistem perekonomian berbasis syariah dinilai memiliki prospek dan pertumbuhan yang signifikan seiring maraknya bisnis halal ekonomi dengan ciri ke-Islaman. Kondisi tersebut kian berkembang dan telah mendapat tempat yang semakin baik dari waktu ke waktu.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siradj saat menghadiri peresmian kampus STEI Nahdlatul Ulama Arridho, di kawasan Cilodong, Depok, Jawa Barat, Jumat 26 Juli 2019.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini telah menyiapkan perangkat hukum melalui Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang jaminan produk halal. Yang esensinya mengatur kehalalan suatu produk untuk melindungi kepentingan konsumen domestik terhadap barang impor yang sudah teruji kehalalannya sekaligus mengamankan ekspor produk komoditas agar dapat diterima terutama ke negara-negara timur tengah dan Organisasi Kerja Sama Islam atau OKI.