Ada Pemain Baru di Pasar Dompet Digital Vietnam, Gopay Lewat Deh!
Ada Pemain Baru di Pasar Dompet Digital Vietnam, Gopay Lewat Deh!
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-warta.jpg?v=8.7.23

Ada Pemain Baru di Pasar Dompet Digital Vietnam, Gopay Lewat Deh!

Kamis, 26 September 2019 | 05:50 WIB
https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2019/09/26/5d8bb7c659a68-vietnam-kedatangan-dompet-digital-baru-go-pay-bukan-ya_663_382.jpg
Photo :
    wartaekonomi

Vietnam Kedatangan Dompet Digital Baru, Go-Pay Bukan Ya?. (FOTO: Go-Pay).

Warta Ekonomi.co.id, Surakarta – Pasar dompet digital di Vietnam terlihat menggiurkan, dengan potensi pengguna sebanyak 100 juta orang.

Meski telah diramaikan oleh 31 pemain dompet digital, 5 pemimpin di sektor itu masih dikuasai oleh pemegang saham asing.

Kendati demikian, pasar dompet digital di Vietnam belum dimenangkan oleh siapapun. Namun, dipastikan kalau Momo dan Moca merupakan pemain terdepan di Vietnam.

"Kami sedang menyusun peraturan untuk membatasi kepemilikan asing atas perusahaan pembayaran fintech, maksimal 30-49 persen," kata Wakil Direktur Departemen Pembayaran Bank Negara Vietnam (SBV), dikutip dari Kr-Asia, Rabu (25/9/2019).

Dari segi pemain, VinID milik perusahaan konglomerasi Vingroup jadi pemain terbaru yang memperoleh lisensi dari Bank Negara Vietnam. Lisensi itu akan berlaku hingga 2027.

VinID meluncur pada 2018 sebagai program loyalitas untuk pelanggan. Pada Maret tahun ini, VinID mengakuisisi dompet digital MonPay milik People Care JSC.

Hal itu mendorong transformasi VinID menjadi aplikasi dengan fungsi pembayaran digital. Baru-baru ini, ada pula perusahaan pembayaran Vietnam VNPAY yang baru mengantongi pendanaan senilai US$300 juta dari SoftBank dan GIC Singapura.

Akuisisi lain di luar VinID juga terjadi pada 1Pay yang dibeli oleh Ascend Money Thailand, serta MPOS yang bergabung dengan NexTech Group untuk membentuk NextPay.

Sementara Go-Viet, perusahaan afiliasi Gojek di Vietnam, hingga saat ini belum meluncurkan dompet digitalnya, Gopay. Padahal, pada Juli lalu, mantan General Manager Go-viet, Christy Trang Le, telah memposting posisi eksekutif untuk memimpin unit keuangannya.  

Sayangnya, perempuan itu harus lebih dulu mundur dari orang nomor satu di Go-Viet meski baru memegang kemudi selama lima bulan. Agaknya, masalah manajemen dan regulasi pemerintah menjadi sejumlah hal yang menghambat meluncurnya Gopay di Vietnam.

Saksikan Juga