Genjot Pembiayaan, Begini Strategi Anak Usaha Maybank Indonesia
Senin, 21 Oktober 2019 | 21:25 WIB

Genjot Pembiayaan, Begini Strategi Anak Usaha Maybank Indonesia

Salah satunya sinergi dengan fintech.
Ilustrasi pembiayaan.
Photo :
  • U-Report

Ilustrasi pembiayaan.

VIVA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan tingkat inklusi keuangan di Indonesia belum dapat mencapai target pemerintah sebesar 75 persen pada tahun ini. Menurut estimasi, inklusi keuangan nasional hanya akan mencapai 65 persen hingga akhir 2019.

Artinya, sebanyak 65 persen penduduk Indonesia telah terkoneksi dengan internet tetapi belum tentu ke layanan keuangan, seperti pembiayaan.

Karena itu dibutuhkan sinergi antara perusahaan teknologi keuangan (financial technology/fintech) dengan industri keuangan seperti perusahaan pembiayaan atau multifinance.

Bukan itu saja. OJK 'menyentil' multifinance yang masih menggunakan cara lama dalam menawarkan produk pembiayaan kepada calon nasabah.

Ini karena fintech memakai strategi yang lebih kompetitif, sehingga mampu mencatatkan pertumbuhan yang cepat, meskipun baru berkembang dalam lima tahun terakhir.

Menghadapi penghujung tahun yang tinggal dua bulan lagi, Direktur Keuangan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk, Zacharia Susantadiredja, mengaku memiliki beberapa strategi untuk mendongkrak kinerja.