Kalau AS-Iran Perang, Ini yang Bakal Terjadi pada Harga Minyak
Kalau AS-Iran Perang, Ini yang Bakal Terjadi pada Harga Minyak
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-bbc.jpg?v=8.7.12
Senin, 6 Januari 2020 | 13:12 WIB

Kalau AS-Iran Perang, Ini yang Bakal Terjadi pada Harga Minyak

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/01/06/5e12cdbc7a175-apa-yang-terjadi-dengan-harga-minyak-dunia-jika-pecah-perang-antara-iran-dan-amerika-serikat_663_382.jpg
Photo :
  • bbc

- Getty Images

Masih kuat dalam ingatan Mitch Kahn, pialang di pasar komoditas berjangka di New York, bagaimana harga minyak mentah Amerika Serikat melonjak US$10 dalam waktu satu malam ketika terjadi perang di Irak pada 2004.

Kenaikan harga tak bertahan lama. Keesokan harinya, harga minyak mentah per barel melemah US$20.

Fluktuasi semacam ini, kecil kemungkinan akan terulang dewasa ini.

"Pergerakan pasar berbeda antara dulu dan sekarang," kata Kahn.

Situasinya berbeda, baik terkait di mana minyak diproduksi, bagaimana minyak dimurnikan dan bagaimana minyak diperdagangkan.

Semuanya berbeda jauh dengan kondisi ketika terjadi perang di Irak pada 2004.

Pada hari Jumat (03/01), ketika jenderal paling berpengaruh di Iran, Qasem Soleimani, terbunuh dalam serangan udara AS di bandara Baghdad, harga minyak mentah Brent menguat lebih dari 4% menjadi US$69,5 per barel.

Harga saham perusahaan minyak BP dan Royal Dutch Shell naik sekitar 1,5%.

Perbedaan terbesar yang memengaruhi harga minyak, antara 2004 dan 2020 adalah, kata Michael Widmer, analis di Bank of America, sekarang ini produksi minyak AS cukup besar, yang membuat mereka tak terlalu tergantung dengan minyak mentah dari Timur Tengah.

"Telah terjadi perubahan besar," katanya.

Apakah OPEC masih menentukan?

Ia mencontohkan serangan drone terhadap fasilitas minyak Arab Saudi pada September 2019.

Saksikan Juga

Iran Mengamuk, Pangeran Harry Keluar dan Wahyu Setiawan

BERITA - 7 bulan lalu
loading...