Kriteria e-Commerce yang Bakal Pungut Pajak Produk Asing ke Konsumen
Selasa, 30 Juni 2020 | 13:34 WIB

Kriteria e-Commerce yang Bakal Pungut Pajak Produk Asing ke Konsumen

Produk asing di e-Commerce bakal kena PPN 10 persen.
Ilustrasi e-commerce.
Photo :
  • Entrepreneur

Ilustrasi e-commerce.

VIVA – Mulai Agustus mendatang, produk atau jasa asing yang dijual secara digital di Indonesia akan dikenai pajak. Perusahaan digital atau e-Commerce asing nantinya akan ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan untuk memungut pajak itu dengan kriteria khusus. 

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pajak, Hestu Yoga Saksama menjelaskan, e-Commerce harus memenuhi kriteria antara lain, dalam kurun waktu 12 bulan memiliki nilai transaksi penjualan produk digital kepada pembeli di Indonesia melebihi Rp600 juta dalam satu tahun. Atau Rp50 juta dalam satu bulan.

Kriteria lainnya adalah memiliki jumlah traffic atau pengakses di Indonesia melebihi 12 ribu dalam satu tahun. Atau sebanyak 1.000 traffic per bulan.

"Penunjukan pemungut PPN (Pajak Pertambahan Nilai) produk digital luar negeri dilakukan melalui keputusan Direktur Jenderal Pajak. Pelaku usaha yang belum ditunjuk tetapi memilih untuk ditunjuk dapat menyampaikan pemberitahuan kepada Direktur Jenderal Pajak," ujar Hestu dikutip dari keterangannya, Selasa 20 Juni 2020.