Tutup Pabrik Hingga PCR, Protokol Kesehatan Unilever Ditegaskan Ketat
Sabtu, 4 Juli 2020 | 09:04 WIB

Tutup Pabrik Hingga PCR, Protokol Kesehatan Unilever Ditegaskan Ketat

Koordinasi dengan Gugus Tugas COVID-19 pun ditingkatkan.
Pabrik Unilever.
Photo :
  • Repro video.

Pabrik Unilever.

VIVA – PT Unilever Indonesia Tbk bergerak cepat dalam menangani kasus karyawan yang positif Virus Corona di salah satu area pabrik di Cikarang, Bekasi. Koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi terus ditingkatkan.

Direktur Corporate Affairs dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk Sancoyo Antarikso menegaskan, kesehatan, keselamatan karyawan juga keamanan masyarakat di sekitar area pabrik saat ini adalah prioritas utama perusahaan.

Karena itu, Unilever telah melakukan berbagai langkah merespons kasus tersebut. Seperti menghentikan sementara operasional di gedung TBB untuk dilakukan pembersihan dan sterilisasi secara menyeluruh. Penutupan itu telah dilakukan sejak Jumat, 26 Juni 2020, hingga waktu yang akan ditentukan.

Kemudian, secara berkala berkomunikasi, berkoordinasi, dan melaporkan resmi mengenai situasi tersebut kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Penelusuran internal secara mandiri sejak 26 Juni dan langsung melakukan tes PCR kepada karyawan pun dilakukan. Khususnya, yang diduga memiliki kontak langsung dan tidak langsung dengan para karyawan tersebut.

“Untuk lebih memastikan kondisi kesehatan karyawan, pada tanggal 29 Juni kami mewajibkan seluruh karyawan TBB menjalani PCR test,” ujar Sancoyo dikutip dari keterangannya Sabtu 4 Juni 2020.

Sancoyo kembali menegaskan, dalam Gedung TBB, di mana terdapat kasus karyawan positif COVID-19, sudah terdapat sistem zonasi yang sangat ketat. Terdapat 9 pemisahan zona dan seluruh mobilitas di dalam Gedung hanya terbatas pada lingkup kerja masing-masing dan tidak diperkenankan untuk melintasi zona lainnya.