Cerita Dahlan Iskan soal Rapid Test Tak Bisa Dipercaya
Minggu, 12 Juli 2020 | 08:30 WIB

Cerita Dahlan Iskan soal Rapid Test Tak Bisa Dipercaya

"Yang ilmiah pun sering kalah dengan bisnis."
Penumpang Pesawat melakukan rapid test di Bandara sebelum terbang.
Photo :
  • VIVAnews/Sherly

Penumpang Pesawat melakukan rapid test di Bandara sebelum terbang.

VIVA – Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan menyebut hanya satu daerah yang tidak menganggarkan pembelian alat rapid test, yaitu Sumatera Barat. Menurut hasil diskusinya dengan salah satu dokter Universitas Andalas, alat rapid test corona tidak dipercaya di sana.

Berdasarkan keterangan dokter bernama Andani Eka Putra itu, Dahlan menyebut bahwa alasan utama tidak adanya pembelian alat rapid test karena alat itu tidak bisa dipercaya.

"Semua tes dilakukan dengan PCR-swab test. Hasilnya praktis 100 persen bisa dipercaya," ujar Dahlan dikutip VIVAnews dari situs pribadinya, Disway.id, Minggu 12 Juli 2020.

Baca juga: Tahun Ajaran Baru, Belajar Tatap Muka Belum Diizinkan di Kota Bogor

Kebijakan daerah itu, lanjut dia, ada pada penemuan ilmiah dokter Andani Eka Putra yang merupakan Kepala Pusat Laboratorium Universitas Andalas itu. Di Sumatera Barat, tes swab bisa dilakukan dengan cepat dan hasilnya bisa diketahui dalam 24 jam dengan kapasitas tes 3.500 kali sehari.

"Sudah lebih dari tiga bulan Sumbar (Sumatera Barat) melakukan itu. Sampai hari ini sudah 55.000 yang dites di sana, padahal penduduknya hanya sekitar 7 juta," lanjut Dahlan.