Tagihan Kerugian Ledakan Beirut Rp219 Triliun, Lebanon Minta Tolong

Tagihan Kerugian Ledakan Beirut Rp219 Triliun, Lebanon Minta Tolong

Jumat, 7 Agustus 2020 | 15:51 WIB
Ratusan ribu jiwa kehilangan tempat tinggal.
Beirut Lebanon usai ledakan dahsyat.
Photo :
  • Maxar Technologies

Beirut Lebanon usai ledakan dahsyat.

VIVA – Ledakan dahsyat yang mengguncang Ibu Kota Lebanon, Beirut, pada 4 Agustus 2020, menimbulkan kerugian besar. Seorang penasihat pemerintah menyebut, Lebanon membutuhkan anggaran hingga US$15 miliar atau sekitar Rp219 triliun (kurs Rp14.600 per dolar AS).

Ledakan dahsyat yang bisa dirasakan hingga ke Siprus, menewaskan lebih dari 100 orang, melukai ribuan orang dan menyebabkan 300 ribu penduduk kota Beirut kehilangan tempat tinggal. Insiden ini diduga dipicu oleh tiga ton amonium nitrat yang disita pada 2013 dan disimpan secara tidak benar di gudang pelabuhan kota Beirut.

Selama beberapa bulan terakhir, Lebanon telah mengalami kesengsaraan ekonomi, jatuhnya nilai mata uang, dan meningkatnya kerusuhan sipil. Selain itu, salah urus keuangan pemerintahan dan korupsi terjadi di seluruh negeri.

Baca juga: Facebook, TikTok hingga Apple Jadi Agen Pemerintah Pungut Pajak 10%

Oktober 2019, lebih dari satu juta penduduk berunjuk rasa mengarahkan kemarahan pada layanan pemerintah yang tidak efisien. Terjadi pula korupsi dalam sistem politik, campur tangan negara-negara asing seperti Iran, dan krisis ekonomi terburuk sejak Lebanon bangkit dari perang pada 1990.

Berita Terkait :
Saksikan Juga