Logo WARTAEKONOMI

5 Taipan Indonesia Ini Masuk Daftar 500 Orang Terkaya Dunia

5 Taipan Indonesia yang Masuk Daftar 500 Orang Terkaya Dunia. (FOTO: Sufri Yuliardi)
5 Taipan Indonesia yang Masuk Daftar 500 Orang Terkaya Dunia. (FOTO: Sufri Yuliardi)
Sumber :
  • wartaekonomi

Lima taipan dan konglomerat Indonesia telah masuk ke dalam daftar 500 orang terkaya di dunia versi Bloomberg Billionaires Index. Lima orang taipan tersebut adalah Budi Hartono, Michael Hartono, Sri Prakash Lohia, Tan Siok Tjien, dan Prajogo Pangestu.

Berikut detail harta kekayaan mereka:

1. Michael dan Budi Hartono

Budi Hartono dan Michael Hartono adalah dua bersaudara terkaya di Indonesia dalam lebih dari satu dekade terakhir. Budi Hartono menempati posisi 110 orang terkaya di dunia dengan jumlah harta USD14,9 miliar (Rp216 triliun).

Positif Corona, Konglomerat Ini Langsung Sewa Jet Pribadi Rp5 M!

Sementara Michael Hartono tercatat memiliki harta USD13,9 miliar(Rp201 triliun). Keduanya masing-masing menempati urutan 110 dan 119 orang terkaya di dunia. Adapun mayoritas sumber kekayaan keduanya yakni berasal dari Djarum Group dan BCA.

2. Sri Prakash Lohia

Sri Prakash Lohia merupakan imigran asal India yang sukses berkat perusahaan pembuat benang pintal yang didirikan tahun 1976 di Purwakarta, Jawa Barat, yaitu Indorama.

Kekayaannya tercatat USD7,3 miliar (Rp105,8 triliun). Hidupnya semakin sejahtera setelah perusahaannya memutuskan untuk memproduksi polyethylene terephtalate (PET) yang digunakan untuk produksi botol minuman plastik seperti Coke dan Pepsi.

3. Tan Siok Tjien

Istri mendiang pendiri Gudang Garam, Surya Wonowidjojo adalah Tan Siok Tjien yang jumlah hartanya menyentuh USD6,96 miliar (Rp102 triliun) dan membuatnya menempati urutan 280 orang terkaya di dunia.

4. Prajogo Pangestu

Orang terkaya kelima di Indonesia, Prajogo Pangestu tercatat memiliki kekayaan USD4,92 miliar (Rp72 triliun). Salah satu sumber kekayaannya berasal dari bisnis kayu yang digeluti sejak 1970-an bernama PT Barito Pacific Timber.

Pada 1993, perusahaannya itu mendaftarkan diri di bursa saham Indonesia. Perusahaan itu berganti nama menjadi Barito Pacific setelah mengurangi bisnis kayu pada tahun 2007.