Click to open
Download Our Application
A Group Member of VIVA
img-thumb

viva.co.id

  • Jumat, 5 Mei 2017 | 14:42 WIB
  • Tingkat Pengangguran RI Cuma Turun 10 Ribu Orang

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Chandra G. Asmara
Ribuan Pencari Kerja Serbu Jobfair di Senayan
Photo :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa
Ribuan Pencari Kerja Serbu Jobfair di Senayan

VIVA.co.id – Badan Pusat Statistik melaporkan, tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2017, mencapai 5,33 persen, menurun 0,17 poin dibandingkan posisi pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai 5,50 persen.

Provinsi Kalimantan Timur, menjadi wilayah dengan tingkat pengangguran terbuka tertinggi dengan persentase sebesar 8,55 persen.

Berdasarkan data otoritas statistik, tingkat pengangguran di perkotaan tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat pengangguran di pedesaan. Pada Februari 2017, tingkat pengangguran di perkotaan mencapai 6,50 persen, sedangkan tingkat pengangguran di pedesaan tercatat hanya empat persen.

“Tingkat pengangguran di pedesaan turun lebih tajam. Pada Februari 2016, tingkat pengangguran di pedesaan 4,51 persen, dan di 2017 turun tajam jadi empat persen,” kata Kepala BPS Suhariyanto, Jakarta, Jumat 5 Mei 2017.

Lihat juga

Merinci lebih jauh, tingkat pengangguran terbuka terendah didominasi oleh penduduk berpendidikan sekolah dasar ke bawah, dengan persentase sebesar 3,54 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka tertinggi, berada di jenis pendidikan sekolah menengah kejuruan dengan persentase 9,27 persen.

“Ke depan, SMK ini perlu diperluas mengikuti tren baru ekonomi. Juga, perlu dilakukan pencocokan perluasan link and match, antara apa yang diajarkan dan kebutuhan dunia kerja saat ini,” katanya.

Adapun total jumlah pengangguran Indonesia pada Februari 2017 mencapai 7,01 juta orang, atau mengalami penurunan sebesar 10 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 7,02 juta orang.

Deputi Bidang Statistik Sosial Muhammad Sairi Hasbullah menilai, menurunnya jumlah pengangguran di pedesaan, memang dikarenakan sektor pertanian yang berhasil menyerap tenaga kerja pada tiga bulan pertama awal tahun. Apalagi, struktur lapangan pekerjaan utama di sektor pertanian berhasil mengalami peningkatan.

Data BPS menunjukkan, dari total 124,54 juta orang yang bekerja, 39,68 juta di antaranya, merupakan pekerja di sektor pertanian, dengan persentase 31,86 persen. Jumlah tersebut, meningkat dibandingkan jumlah penduduk bekerja pada Februari 2016, yang hanya mencapai 38,29 juta orang, atau 31,74 persen.

“Biasanya, Januari-Februari-Maret itu lebih banyak panen kita. Dengan begitu, daya serap tenaga kerja sektor pertanian lebih tinggi di Februari 2017 dibanding 2016,” ujarnya. (asp)

Terpopuler