Biarawati Australia Kembali Hadapi Deportasi di Filipina
Biarawati Australia Kembali Hadapi Deportasi di Filipina
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-abc.jpg?v=8.7.12
Jumat, 31 Agustus 2018 | 09:52 WIB

Biarawati Australia Kembali Hadapi Deportasi di Filipina

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2018/08/31/5b88acd572847-biarawati-australia-kembali-hadapi-deportasi-di-filipina_663_382.jpg
Photo :
  • abc

duterte

Filipina kembali memerintahkan deportasi biarawati asal Australia, Suster Patricia Fox, atas tuduhan ia terlibat dalam aktivitas politik, setelah penangguhan hukuman dua bulan lalu.

Poin Utama Suster Pat:

  • Suster Patricia telah bekerja untuk menolong warga Filipina paling rentan selama 27 tahun
  • Ia membantah tuduhan dan bertemu dengan sejumlah pengacara pada hari Kamis (30/8/3018)
  • Ia masih bisa mengajukan banding putusan itu ke Departemen Kehakiman Filipina

Pada bulan Juni, Suster Patricia sempat merayakan kemenangan atas banding terhadap keputusan Departemen Imigrasi Filipina untuk membatalkan visanya.

Tapi sekarang, biarawati berusia 71 tahun itu menjadi sorotan lagi.

Penyelidikan yang lebih teliti oleh Departemen Imigrasi Filipina telah memutuskan bahwa ia melanggar persyaratan visanya dengan terlibat dalam kegiatan politik partisan.

Akibatnya, departemen itu menolak permohonan bandingnya atas perintah deportasi, yang berarti ia masih menghadapi prospek deportasi.

"Saya benar-benar sangat sedih," katanya. "Saya suka pulang ke Australia untuk liburan, tapi kehidupan saya di sini sekarang jadi sangat sedih untuk berpikir tentang diusir."

Meskipun sudah 27 tahun bekerja untuk membantu beberapa orang Filipina yang paling rentan, Presiden Rodrigo Duterte telah mengecam kritikan Patricia terhadap pemerintahannya.

Suster Patricia membantah tuduhan itu dan bertemu dengan pengacaranya pada hari Kamis (30/8/2018) dan diperkirakan akan mengajukan banding lagi awal pekan depan.

Saksikan Juga

Dideportasi dari Malaysia, 1 Keluarga Terlantar di Bandara

TVONE NEWS - sekitar 1 tahun lalu
loading...