Qatar Keluar dari OPEC, Bisa Jadi Peluang Indonesia
Qatar Keluar dari OPEC, Bisa Jadi Peluang Indonesia
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-bbc.jpg?v=8.7.23

Qatar Keluar dari OPEC, Bisa Jadi Peluang Indonesia

Senin, 3 Desember 2018 | 22:42 WIB
https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2018/12/03/5c054c20ba909-qatar-keluar-dari-opec-kabar-baik-bagi-indonesia_663_382.jpg
Photo :
  • bbc

Saad al-Kaabi mengatakan Qatar harus realistis, potensi negaranya bukan di minyak tapi di gas alam cair. - EPA

Setelah menjadi anggota organisasi pengekspor minyak OPEC sejak 1961, Qatar memutuskan untuk keluar, terhitung mulai Januari 2019, kata Menteri Energi, Saad al-Kaabi.

"Qatar memutuskan untuk mundur dari keanggotaan OPEC, efektif mulai Januari 2019 dan kami sudah memberitahukan keputusan tersebut ke OPEC pagi ini," kata Kaabi, dalam keterangan pers di Doha, hari Senin (03/12).

Kaabi menjelaskan bahwa langkah ini diambil "semata-mata atas pertimbangan teknis dan strategis".

"Potensi kami bukan di minyak bumi, jadi kami harus realistis ... potensi kami ada di gas," ujar Kaabi.

Qatar adalah eksportir gas alam cair (LNG) terbesar di dunia, sementara produksi minyaknya sekitar 600.000 barel per hari.

Rusia, yang bukan anggota OPEC, menghasilkan minyak mentah sekitar 11,3 juta barel per hari.

Diplomat Indonesia di Doha, Zaenur Rofid, mengatakan Qatar mundur dari OPEC karena "dari perhitungan bisnis, tidak terlalu menguntungkan jika Qatar tetap menjadi anggota organisasi pengekspor minyak tersebut".

Zaenur mengatakan Qatar merasa akan lebih baik jika fokus ke industri LNG.

Saksikan Juga