Ada Rusuh, Program-program Study Tour Australia ke RI Terancam Batal
Ada Rusuh, Program-program Study Tour Australia ke RI Terancam Batal
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-abc.jpg?v=8.7.9
Jumat, 24 Mei 2019 | 05:41 WIB

Ada Rusuh, Program-program Study Tour Australia ke RI Terancam Batal

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2019/05/24/5ce71d60094ab-kalangan-pendidikan-di-australia-khawatir-dengan-kerusuhan-pemilu-indonesia_663_382.jpg
Photo :
  • abc

Bentrok antara pengunjuk rasa dan petugas keamanan di Jakarta berlangsung selama dua malam, dan beberapa orang dilaporkan meninggal.

Kerusuhan yang berakhir dengan tindak kekerasan menentang hasil pemilihan presiden yang dimenangkan oleh Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Indonesia turut menimbulkan rasa khawatir bagi beberapa pihak di Australia.

Reaksi kalangan pendidikan Australia Beberapa orangtua di Australia mengkhawatirkan situasi di Indonesia. Sekolah dan universitas memiliki beberapa program pengiriman pelajar. Universitas Melbourne mengeluarkan peringatan perjalanan ke tingkat 3.

Kegelisahan ini khususnya melanda kalangan pendidikan terutama universitas atau sekolah yang memiliki program pertukaran pelajar ke Indonesia.

Beberapa sekolah di sini sudah merencanakan akan melakukan study tour ke Indonesia di bulan Juni dan Juli 2019.

Silvy Wantania, guru Bahasa Indonesia di sebuah sekolah Australia di kawasan Bachus Marsh, sekitar 60 km dari ibu kota negara bagian Victoria Melbourne mengatakan 15 muridnya akan berpartisipasi dalam program study tour ke tiga kota di Indonesia di antaranya adalah Jakarta, Yogyakarta dan Bali.

Namun travel warning dari pemerintah Australia terkait kondisi Jakarta setelah kejadian tanggal 21 dan 22 Mei membuat beberapa orangtua murid panik.

"Tadi malam saya tidak bisa tidur karena satu orangtua kirim e-mail tentang travel warning dari pemerintah Australia yang mengatakan akan ada serangan teroris," ungkapnya.

Menurutnya, rasa panik tersebut muncul akibat kurangnya pengetahuan mereka akan Indonesia.

"Sebagian besar orangtua murid belum pernah ke Indonesia," kata guru yang sudah mengajar tiga tahun di sekolah tersebut.

Saksikan Juga

Masih Kebakaran Hutan, Australia Dilanda Banjir Bandang

TVONE NEWS - 6 bulan lalu
loading...