Media Rusia Beritakan Hoax Kematian Presiden Turkmenistan Bikin Gempar - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Selasa, 13 Agustus 2019 | 11:02 WIB

Media Rusia Beritakan Hoax Kematian Presiden Turkmenistan Bikin Gempar

Akhirnya Presiden Turkmenistan memunculkan diri di forum ekonomi.
Ilustrasi hoax.
Photo :
  • Istimewa

Ilustrasi hoax.

VIVA – Presiden Turkmenistan Gurbanguly Berdymukhamedov akhirnya muncul ke publik setelah sekian lama dilaporkan tak menampakkan diri di hadapan umum. Akhirnya belum lama ini sempat berembus kabar bahwa Presiden Berdymukhamedov sudah meninggal dunia.

Namun rumor yang menghantui negara itu dalam sebulan terakhir langsung ditepis dengan kemunculan Presiden Turkmenistan tersebut di dalam sebuah forum ekonomi regional. Acara tersebut dilangsungkan di salah satu resor di kota pantai di wilayah Laut Kaspia.

Kemunculan ini adalah perdana setelah kabar kematiannya mulai berembus pada bulan kemarin. Dia diberitakan meninggal dunia akibat gagal ginjal oleh media-media berbahasa Rusia sejak bulan lalu dikutip dari BBC.

Namun media Turkmenistan lebih awal sudah menjawab berita spekulasi tersebut dengan menunjukkan foto-foto Presiden Berdymukhamedov sedang berlibur. Informasi yang bertolak belakang mengenai Presiden 62 tahun itu kemudian membuat publik negara tersebut sempat gusar.

Sayangnya memang tak ada konfirmasi pasti mengenai foto-foto berlibur Presiden Turkmenistan yang diberitakan media di negaranya itu.

Namun pada Senin kemarin, rumor itu akhirnya terbantahkan setelah peliputan di resor Avaza dirilis. Presiden Berdymukhamedow terlihat di antara para pemimpin Rusia, Azebaijan, Kazakhstan dan Iran memberikan selamat atas pembukaan Forum Ekonomi Negara-negara Kaspia pertama itu.

Di Turkmenistan sendiri, berita dugaan kematian Presiden tersebut dikutip oleh sebuah media yang diketahui memang beroposisi dengan pemerintah. Lapak media itu mengutip jarinagn media arus utama Rusia, NTV dan kemudian berita itu viral di media sosial. (ren)

Saksikan Juga

Kasus Papua, Tri Susanti Ditetapkan Sebagai Tersangka

TVONE NEWS - 22 hari lalu
loading...
Muat Lainnya...