Hubungan ASEAN dan AS Merenggang, Indonesia Hanya Kirim Menlu - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Selasa, 5 November 2019 | 18:00 WIB

Hubungan ASEAN dan AS Merenggang, Indonesia Hanya Kirim Menlu

Donald Trump absen, mayoritas ASEAN diwakili Menlu.
Ilustrasi Bendera Negara ASEAN.
Photo :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay'

Ilustrasi Bendera Negara ASEAN.

VIVA – Hubungan negara-negara ASEAN dengan Amerika Serikat (AS) dikabarkan merenggang. Hal ini karena ketidakhadiran Presiden AS Donald Trump pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) AS-ASEAN di Bangkok, Thailand.

Trump diwakili oleh Menteri Perdagangan Wilbur Ross dan Penasehat Keamanan Nasional Robert O'Brien. Kelakuan AS ini lalu dibalas oleh tujuh negara ASEAN yang hanya mengirimkan Menteri Luar Negeri (Menlu) sebagai wakilnya.

Ketujuh negara tersebut adalah Indonesia, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, Myanmar, dan Filipina. Adapun tiga negara, yaitu Thailand, Vietnam dan Laos, yang kepala negara atau kepala pemerintahannya menghadiri KTT AS-ASEAN.

Sejumlah diplomat dari negara ASEAN sepakat untuk tidak menghadirkan Presiden/Perdana Menteri karena merasa kurang dihargai oleh AS.

"Pertemuan ini (dengan AS) cukup diwakilkan oleh menteri saja. Tidak pantas bagi ASEAN untuk mengirim para pemimpin negara sementara perwakilan AS tidak setara," ungkap salah seorang diplomat, yang menolak disebutkan namanya, dikutip dari situs Channel News Asia, Selasa, 5 November 2019.

Dalam KTT tahun ini, Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross adalah pejabat delegasi dengan peringkat tertinggi.

Sementara itu, seorang diplomat AS menyuarakan kekhawatiran ekstrem Washington atas langkah mayoritas pemimpin ASEAN untuk tidak secara pribadi menghadiri pertemuan tersebut.

Diplomat yang enggan diungkap identitasnya itu menyebut bahwa tindakan ini adalah upaya untuk mempermalukan AS.

"Kami sangat prihatin dengan keputusan ini. Boikot penuh atau sebagian oleh para pemimpin ASEAN akan dipandang sebagai upaya yang disengaja untuk mempermalukan Presiden AS dan ini akan sangat merusak substansi hubungan ASEAN-AS," ucap diplomat AS itu dengan nada kesal.

loading...
Muat Lainnya...