Empat Tewas Sekeluarga, Karantina 'Dirumahkan' Dianggap Sangat Jahat
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Selasa, 18 Februari 2020 | 00:40 WIB

Empat Tewas Sekeluarga, Karantina 'Dirumahkan' Dianggap Sangat Jahat

Harus belajar dari kejadian di China, empat anggota keluarga tewas.
Penampakan Kota Wuhan, China, setelah wabah Virus Corona menyebar.
Photo :
  • Istimewa

Penampakan Kota Wuhan, China, setelah wabah Virus Corona menyebar.

VIVA – Kematian empat anggota keluarga di Wuhan akibat virus Corona COVID-19 membuat kebijakan karantina pemerintah China dipertanyakan. Kebijakan tersebut justru dianggap berbahaya dan memperbesar potensi korban meninggal semakin bertambah besar.

Chang Kai, 55 tahun, seorang direktur di Hubei Film Studios, meninggal pada Jumat 14 Februari 2020, menyusul dua anggota keluarganya yang lebih dulu meninggal. Sebelumnya, ayah dan ibu Chang telah meninggal karena terinfeksi virus tersebut. Parahnya, beberapa jam setelah Chang meninggal, saudara perempuan tertuanya juga meninggal.

Peristiwa meninggalnya keluarga Changk Kai ini yang semakin memicu pertanyaan besar di China dimana karantina dengan mengurung penderita di kediaman masing-masing sebagai langkah yang 'jahat'. Justru hal itu dianggap sebagai penyebab banyaknya korban tewas.

Baca juga: Sadis, Virus Corona Sehari Tewaskan 5.000 Orang

Chen Bo, serang profesor di Huazhong University of Science dan Technology, Wuhan, mengatakan bahwa karantina rumah justru akan membuat penyebaran virus ini semakin brutal dan justru membuat penyakit semakin serius tanpa adanya perawatan. Ujung-ujungnya justru akan membuat korban nyawa semakin besar.

Dari laporan yang ada, ayah Chang yang pertama kali dilaporkan terinfeksi virus ini pada 25 Januari lalu. Sempat dibawa ke rumah sakit, ayah Chang akhirnya dipulangkan karena alasan tidak tersedia ranjang di beberapa rumah sakit. Tiga hari kemudian, ayahnya meninggal dunia. 

Rupanya meninggalnya sang ayah, hanya awal dari tragedi yang dialami keluarga Chang. Pada 2 Februari 2020, giliran ibunya yang meninggal karena virus yang sama. Lalu disusul dengan meninggalnya Chang pada 14 Februari 2020. Beberapa jam kemudian disusul saudara perempuan Channg yang meninggal.

Sebenarnya kritikan mengenai kebijakan karantina dengan mengembalikan korban terpapar virus COVID-19 ke rumah atau apartemen justru akan membuat penyebaran virus ini semakin menggila. Zhong Nanshan, seorang ahli epidemiologi di China, juga sempat memperingatkan betapa bahayanya menyuruh penderitan Virus Corona kembali ke rumahnya masing-masing. 

Memang pada 2 Februari 2020, pihak berwenang di Wuhan sempat mengumumkan metode karantina di kediamannya tersebut. Namun hal itu dianggap telah terlambat karena penyebaran virus sudah tak terkendali. Yang jelas, kejadian di China ini tentu dapat menjadi perhatian beberapa negara termasuk di Indonesia.

loading...
Muat Lainnya...