Puluhan Siswi Dipaksa Guru Buka Celana Dalam Buktikan Tak Haid
Puluhan Siswi Dipaksa Guru Buka Celana Dalam Buktikan Tak Haid
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-abc.jpg?v=8.7.12
Selasa, 18 Februari 2020 | 16:17 WIB

Puluhan Siswi Dipaksa Guru Buka Celana Dalam Buktikan Tak Haid

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/02/18/5e4baafbd31ac-siswi-india-dipaksa-buka-celana-dalam-untuk-buktikan-tidak-sedang-haid_663_382.jpg
Photo :
  • abc

Di India murid perempuan yang sedang mens tidak boleh menyentuh murid lain di beberapa sekolah.

Di sebuah sekolah di India, lebih dari 60 siswa perempuan mengatakan mereka dipaksa untuk membuka celana dalam dan menunjukkan kepada guru bahwa mereka tidak sedang mengalami menstruasi.

Murid Diperiksa Karena Mens

  • Menstruasi masih dianggap hal tabu di Asia Selatan
  • Aturan sekolah melarang murid yang mens tidur di bagian bawah asrama, dan tidak menyentuh murid lain
  • Di Nepal pondok mens masih banyak di mana perempuan harus tidur di luar ketika datang bulan.

68 murid perempuan di sekolah telah dipaksa membuka pakaian setelah sebuah pembalut wanita yang sudah digunakan ditemukan di taman sekolah Sahjanand Girls Institute di Kota Bhuj.

Bhuj adalah sebuah kota yang terletak di negara bagian Gujarat dan terletak sekitar 1.100 km dari ibukota India, New Delhi.

"Kepala sekolah marah-marah, dan bertanya siapa diantara kami yang sedang haid. Dua diantara kami yang sedang haid kemudian maju," kata salah seorang murid seperti yang dikutip koran India, The Hindustan Times.

"Meski begitu, kami semua kemudian dibawa ke kamar mandi."

"Di situ guru perempuan meminta kami satu per satu membuka celana dalam sehingga mereka bisa memeriksa apakah kami sedang mentruasi atau tidak."

Sekolah yang terletak di Gujarat, negara bagian di mana Perdana Menteri India Narendra Modi berasal, dijalankan oleh sebuah sekte Hindu konservatif bernama Swaminarayan.

"Siswi-siswi sudah diberitahu mengenai aturan yang berlaku di asrama sekolah tersebut, sebelum mereka mendaftar masuk sekolah," kata salah seorang pengurus sekolah Pravin Pindoria kepada kantor berita AFP.

"Saya sudah meminta adanya pertemuan komite pengurus sekolah, yang akan mengambil tindakan terhadap mereka yang bertanggung jawab."

Saksikan Juga

VIDEO: Pemuda Hindu Copot Bendera Hanoman Dari Menara Masjid

BERITA - 5 bulan lalu
loading...